Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan kripto Coinbase mencatatkan kinerja keuangan lebih rendah pada kuartal I 2026. Hal ini seiring harga kripto turun sehingga membebani salah satu pendorong pendapatan utama perseroan, perdagangan spot aset digital. Perseroan alami rugi dan pendapatan turun pada kuartal I 2026.
Mengutip CNBC, Jumat (8/5/2026), berikut kinerja Coinbase hingga 31 Maret 2026:
Advertisement
- Laba per saham: rugi USD 1,49 vs laba 27 sen (prediksi)
- Pendapatan: USD 1,42 miliar vs USD 1,52 miliar (prediksi)
Mengutip Yahoo Finance, perseroan mencatat rugi USD 394 juta pada kuartal I 2026 dibandingkan periode sama tahun lalu untung USD 66 juta atau USD 0,24 per saham. Perseroan mencatat pendapatan USD 1,4 miliar, turun 31%. Saham Coinbase turun empat persen setelah jam perdagangan.
Perseroan yang mengoperasikan kripto terbesar di Amerika Serikat mencatatkan pendapatan transaksi USD 755,8 juta dibandingkan prediksi analis USD 805,2 juta. Pendapatan langganan mencapai USD 583,5 juta dibandingkan prediksi USD 619,3 juta.
Perlambatan Tajam
Investor bersiap menghadapi perlambatan tajam dalam volume perdagangan mengingat penurunan harga kripto pada awal tahun. Sementara itu, harga bitcoin (BTC) naik 12% pada Maret, tetapi mencatatkan penurunan 22% pada kuartal pertama 2026.
Adapun laba bersih Coinbase sering kali terdistorsi oleh aturan akuntansi yang mengharuskan untuk menilai kepemilikan kripto yang besar berdasarka harga apapun pada akhir kuartal, menyebabkan pendapatan yang dilaporkan berfluktuasi secara luas bahkan ketika tidak ada aset yang dijual.
Coinbase yang dikenal karena platform perdagangan kripto, Coinbase mencoba mendiversifikasi aliran pendapatan melalui bisnis berlangganan dan layanan, termasuk pendapatan dari stablecoin dan staking.
Pendapatan stablecoin mencapai USD 305 juta, naik dari USD 274 juta tahun lalu didorong pertumbuhan kapitalisasi pasar stablecoin USDC dan rata-rata tertinggi sepanjang masa pada USDC yang dipegang oleh produk Coinbase.
Diversifikasi Kinerja
Era kripto yang penuh dengan kenaikan harga yang mudah dan keuntungan yang didorong oleh hype sedang memudar karena bursa semakin beralih ke pendapatan perdagangan yang lebih terdiversifikasi, yang berasal dari pasar prediksi dan aset dunia nyata yang di tokenisasi, daripada mengandalkan investasi yang lebih spekulatif.
"Kami mencoba untuk mendiversifikasi hal-hal yang dapat diperdagangkan sehingga ketika pasar bergeser, ketika perilaku yang berbeda berubah, kami akan selalu memiliki sesuatu yang ingin diperdagangkan,” kata Chief Financial Officer Coinbase, Alesia Haas, kepada CNBC.
"Diversifikasi itu akan membantu meredam beberapa volatilitas yang telah kita lihat dari perdagangan kripto murni.”
Investor mencari tanda-tanda Coinbase masih dapat menghasilkan uang ketika perdagangan kripto mengalami penurunan. Kunci keberhasilan Coinbase dalam memperkuat bisnis non-transaksi untuk mengimbangi siklus biaya transaksi selama perlambatan sangat penting.
Hasil pendapatan dan laba tidak sesuai harapan, Coinbase melihat pertumbuhan yang menjanjikan dalam penawaran diversifikasi termasuk kontrak dan dukungan untuk perdagangan derivative kripto dan aset yang di-tokenisasi.
Volume Perdagangan Derivatif
Perusahaan mencatat volume perdagangan derivatif sekitar USD 4,2 miliar pada kuartal pertama, naik 169% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Terlepas dari penurunan harga kripto tahun ini, bursa tersebut memperoleh pangsa pasar dalam perdagangan spot dan derivatif secara global, mencapai pangsa pasar volume perdagangan kripto tertinggi sepanjang masa sebesar 8,6%.
Coinbase juga memperkirakan bisnis pasar prediksi akan menghasilkan pendapatan tahunan sebesar USD 100 juta pada akhir tahun ini. Segmen bisnis ini diluncurkan pada akhir Januari, bekerja sama dengan Kalshi.
Langkah-langkah untuk melakukan diversifikasi dari kripto menggarisbawahi upaya Coinbase untuk menciptakan "bursa segala hal", sebuah inisiatif yang diumumkan setahun lalu oleh CEO Brian Armstrong untuk membuat perusahaan kurang bergantung pada perdagangan token seperti bitcoin, ether, dan XRP.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.