Gencar Bela Palestina, Francesca Albanese Diganjar Penghargaan oleh Spanyol

Keputusan Spanyol berikan penghargaan kehormatan atas pendokumentasian kejahatan di Gaza

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 08 Mei 2026, 20:30 WIB
Francesca Albanese pakar di PBB mempresentasikan laporan 'Anatomi Genosida' Israel ke Gaza kepada Dewan Hak Asasi Manusia. (Fabrice Coffrini/ AFP)

Liputan6.com, Madrid - Pemerintah Spanyol menganugerahkan penghargaan Order of Civil Merit kepada Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Francesca Albanese, sebagai bentuk penghargaan atas kiprahnya dalam isu kemanusiaan dan dokumentasi dugaan pelanggaran hukum internasional di Gaza.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez dalam sebuah acara resmi di Madrid pada 7 Mei 2026.

Dalam pernyataannya di media sosial, Sanchez memuji Albanese sebagai sosok yang berani menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan di tengah konflik.

“Tanggung jawab publik juga menyiratkan kewajiban moral untuk tidak berpaling,” tulis Sanchez. Ia juga menyebut Albanese sebagai “suara yang menjunjung tinggi hati nurani dunia”.

Order of Civil Merit merupakan salah satu penghargaan sipil tertinggi di Spanyol yang diberikan kepada individu dengan jasa luar biasa bagi masyarakat, dikutip dari Anadoly Agency, Jumat (8/5/2026).

Francesca Albanese merupakan akademisi hukum asal Italia yang saat ini menjabat sebagai Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina. Ia dikenal vokal mengkritik operasi militer Israel di Gaza dan aktif menyerukan perlindungan terhadap warga sipil.

Pemerintah Spanyol juga menyatakan dukungannya terhadap Albanese di tengah tekanan internasional, termasuk seruan Perdana Menteri Sanchez kepada Uni Eropa agar melindungi Albanese dan pejabat Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dari sanksi Amerika Serikat.

Dalam wawancara dengan penyiar nasional Spanyol RTVE, Albanese mengkritik langkah-langkah yang dinilainya bertujuan membungkam pihak-pihak yang menuntut penghentian kekerasan di Gaza.

“Ini seperti mafia internasional, mereka ingin membungkam semua orang yang menuntut diakhirinya genosida, diakhirinya kejahatan,” ujar Albanese.

Secara terpisah, Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Albares turut mengecam penahanan aktivis Saif Abukeshek oleh Israel.

Albares menyebut penahanan yang dilakukan di perairan internasional tersebut sebagai tindakan ilegal dan tidak dapat dibenarkan.

Ia mengatakan pemerintah Spanyol telah memanggil utusan Israel dan menghubungi Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar untuk menyampaikan protes resmi.

“Spanyol bereaksi tanpa ragu-ragu, dengan kejelasan dan ketegasan penuh, sebagai tanggapan terhadap pelanggaran hukum internasional,” kata Albares.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya