Liputan6.com, Cilacap: Tujuh orang tewas seketika saat mobil yang mereka tumpangi bertabrakan dengan sebuah bus di ruas Jalan Pahonjean, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, baru-baru ini. Peristiwa itu terjadi saat mobil merek Toyota jenis Kijang bernomor polisi B 2595 GK melaju kencang dalam keadaan oleng hingga melampaui marka jalan. Dari arah berlawanan, Bus Budiman jurusan Wonosobo-Bandung juga melaju kencang. Akhirnya, tabrakan tak terhindarkan.
Seluruh korban tewas adalah satu keluarga penumpang mobil Kijang. Mereka adalah sang sopir Edi Hendradi (45), Suniati (43), Sufril (15), Rifqi (11), Putri (8), Arjun (2), dan Warto (26). Edi sekeluarga tengah dalam perjalanan pulang dari Ciamis, Jawa Barat. Musibah ini terjadi hanya tinggal sekitar lima kilometer menuju rumah korban.
Jenazah Edi, Suniati, Sufril, Rifqi, Putri, dan Arjun yang merupakan ayah, ibu, anak, dan keponakan itu dikuburkan di kompleks pemakaman keluarga di Bukit Cigolat. Sementara Warto, ipar Edi, dimakamkan di Salem, Brebes, Jateng. Musibah ini hanya meninggalkan seorang anak keluarga Edi, yang saat itu tidak ikut dalam rombongan.
Sopir Bus Budiman Uus Usnadi diperiksa intensif di Markas Kepolisian Resor Cilacap. Uus mengaku telah berusaha menghindar. Namun, jarak dengan kendaraan keluarga Edi terlalu dekat, sehingga tabrakan sulit dihindari.
Senin silam, sebuah bus milik Koperasi Bina Usaha Transport RI (Kobutri) juga terguling di Jalan Raya Purwakarta, sekitar Kampung Sasak Saat, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung, Jabar [baca: Bus Kobutri Terguling, Empat Penumpang Tewas]. Tiga penumpang tewas seketika, seorang meninggal di Rumah Sakit Dustira. Sebanyak 12 orang lainnya terluka.(ZAQ/Mardianto)
Seluruh korban tewas adalah satu keluarga penumpang mobil Kijang. Mereka adalah sang sopir Edi Hendradi (45), Suniati (43), Sufril (15), Rifqi (11), Putri (8), Arjun (2), dan Warto (26). Edi sekeluarga tengah dalam perjalanan pulang dari Ciamis, Jawa Barat. Musibah ini terjadi hanya tinggal sekitar lima kilometer menuju rumah korban.
Jenazah Edi, Suniati, Sufril, Rifqi, Putri, dan Arjun yang merupakan ayah, ibu, anak, dan keponakan itu dikuburkan di kompleks pemakaman keluarga di Bukit Cigolat. Sementara Warto, ipar Edi, dimakamkan di Salem, Brebes, Jateng. Musibah ini hanya meninggalkan seorang anak keluarga Edi, yang saat itu tidak ikut dalam rombongan.
Sopir Bus Budiman Uus Usnadi diperiksa intensif di Markas Kepolisian Resor Cilacap. Uus mengaku telah berusaha menghindar. Namun, jarak dengan kendaraan keluarga Edi terlalu dekat, sehingga tabrakan sulit dihindari.
Senin silam, sebuah bus milik Koperasi Bina Usaha Transport RI (Kobutri) juga terguling di Jalan Raya Purwakarta, sekitar Kampung Sasak Saat, Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung, Jabar [baca: Bus Kobutri Terguling, Empat Penumpang Tewas]. Tiga penumpang tewas seketika, seorang meninggal di Rumah Sakit Dustira. Sebanyak 12 orang lainnya terluka.(ZAQ/Mardianto)