Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi lesu pada perdagangan saham Jumat, (8/5/2026). IHSG hari ini akan rawan koreksi di kisaran 6.645-6.838. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG melanjutkan kenaikan 1,15% ke 7.174, meskipun disertai dengan ada tekanan jual pada perdagangan saham Kamis, 7 Mei 2026.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini, posisi pergerakan IHSG berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam atau bagian awal dari wave B dari wave (2) pada label merah.
“Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838 dan best case IHSG akan menguat untuk menguji 7.212-7.418,” kata Herditya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.031,6.838 dan level resistance 7.240,7.323 pada perdagangan Jumat pekan ini.
Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG akan melemah terbatas dengan level support dan level resistance 7.160-7.325 pada Jumat pekan ini.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), PT Ace Hardware Tbk (ACES).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL),PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR)
Rekomendasi Teknikal
1.PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) - Trading Buy
Saham ICBP menguat 5,51% ke 7.175 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA20. “Kami memperkirakan posisi ICBP sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C,” ujar Herditya.
Trading Buy: 7.100-7.150
Target Price: 7.275, 7.400
Stoploss: below 7.050
Rekomendasi Teknikal Lainnya
2.PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) - Buy on Weakness
Saham NCKL menguat 4,25% ke 1.105 dan disertai dengan adanya peningkatan volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi NCKL saat ini berada di awal wave A dari wave (B),” ujar Herditya.
Buy on Weakness: 1.070-1.090
Target Price: 1.120, 1.190
Stoploss: below 1.050
3.PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Buy on Weakness
Saham PGAS menguat 1,58% ke 1.925 dan masih didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat. Herditya menuturkan, saat ini, pihaknya memperkirakan posisi PGAS sedang berada di awal wave [c] dari wave B pada label hitam.
Buy on Weakness: 1.800-1.885
Target Price: 1.970, 2.070
Stoploss: below 1.780
4.PT Bakrie and Brothers Tbk (BNBR) - Sell on Strength
Saham BNBR terkoreksi 1,90% ke 206 dan masih didominasi oleh tekanan jual, tetapi koreksinya masih tertahan oleh moving average (MA) 20 harian. “Kami memperkirakan, posisi BNBR saat ini berada di awal wave 3 dari wave (C) sehingga masih rawan melanjutkan koreksinya ke rentang 158-174 pada label hitam,” kata dia.
Sell on Strength: 212-216
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Penutupan IHSG pada 7 Mei 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Kamis, (7/5/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah mayoritas sektor saham menghijau dan transaksi harian saham mencapai Rp 23,2 triliun.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup melonjak 1,15% menjadi 7.174,32. Indeks saham LQ45 bertambah 1,62% menjadi 693,78. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.
Pada sesi kedua perdagangan saham, IHSG berada di level tertinggi 7.207,07 dan level terendah 7.107,17. Sebanyak 361 saham menguat sehingga mendorong kenaikan IHSG. Sebanyak 295 saham melemah dan 160 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 2.675.914 kali dengan volume perdagangan saham 42,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 23,2 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.323.
Dari 11 sektor saham, tiga sektor saham melemah. Sektor saham basic turun 1,62%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi melemah 1,24% dan sektor saham transportasi melemah 1,36%.
Sementara itu, sektor saham kesehatan menguat 2,01%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham keuangan bertambah 1,98% dan sektor saham properti mendaki 1,33%.
Lalu sektor saham properti menanjak 1,33%, sektor saham infrastruktur mendaki 1,29%, sektor saham industri melompat 1,03%. Selanjutnya sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,81%, sektor saham siklikal bertambah 0,44%, sektor saham teknologi menguat 0,48%.