Kisruh PKL Tanah Abang Vs Pemprov DKI, Ahok: Kaya Tom and Jerry

Ahok mengatakan masalah PKL yang selalu menolak direlokasi ke dalam gedung sudah terjadi sejak 30-40 tahun lalu.

oleh Andi Muttya KetengDiterbitkan 11 Juli 2013, 14:10 WIB
Permasalahan antara pedagang kaki lima (PKL) Pasar Tanah Abang dengan Pemprov DKI diumpamakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok seperti kartun anak Tom and Jerry yang tidak ada habisnya.

"Kan kaya Tom and Jerry. Dari kecil sampai sekarang diputar terus filmnya. Siapa yang lebih kapok tahan aja," ujar Ahok di Balaikota Jakarta, Kamis (11/7/2013).

Menurutnya, masalah PKL yang selalu menolak direlokasi ke dalam gedung sudah terjadi sejak 30-40 tahun lalu. Tidak hanya itu konsolidasi oknum menyewakan lahan secara tidak resmi kepada PKL juga merupakan kasus lama yang dilakukan hingga kini.

Maka dari itu, sudah saatnya PKL ditertibkan dengan tegas dengan memasukkan PKL Tanah Abang ke dalam gedung Blok G. Apalagi bulan ramadan saat ini adalah momen yang tepat. Di mana daya belanja masyarakat meningkat.

"Sebelum lebaran harus masuk. Supaya orang bisa datang cari (barang) kan. Kalau habis lebaran masuk, dia bilang sepi. Pada keluar lagi. Prinsipnya sederhana yang penting semua harus masuk," kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Dengan tertatanya para PKL di dalam gedung, menurut Ahok, dapat memberikan manfaat baik kepada PKL maupun warga lainnya. Para pedagang tidak harus lagi menyewa lahan secara ilegal dengan harga tinggi. Pembeli pun bisa merasa nyaman berbelanja dengan tidak adanya kemacetan lagi di kawasan Tanah Abang karena PKL. (Sul/Mut)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya