Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka cerah pada perdagangan Kamis (6/5/2026). Seluruh sektor pembentuk indeks saham berada di zona hijau pada hari ini.
Mengutip data RTI, IHSG dibuka di level 7.160,78, lebih tinggi dibandingkan penutupan sebelumnya di 7.092,46. Pada pukul 09.25 WIB, masih bertahan di zona hijau dengan naik 1,32% atau sekitar 89 poin ke posisi 7.184,93. Indeks saham unggulan LQ45 juga naik 1,55% ke level 693. Secara umum, hampir seluruh indeks saham acuan berada di zona hijau.
Advertisement
Sepanjang sesi awal perdagangan, IHSG bergerak di rentang 7.159,15 hingga 7.204,78. Tercatat sebanyak 391 saham menguat, 169 saham melemah, dan 168 saham stagnan.
Total frekuensi perdagangan mencapai 520.517 kali dengan volume transaksi sekitar 7,2 miliar saham. Nilai transaksi harian tercatat sebesar Rp 5,1 triliun. Sementara itu, nilai tukar dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 17.350.
Dari sisi sektoral, seluruh sektor saham masih berada di zona hijau pada awal perdagangan. Sektor infrastruktur mencatat menguat terbesar mencapai 1,53%, diikuti sektor transportasi yang naik 1,33%.
IHSG Diprediksi Melemah Hari Ini
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rawan koreksi pada perdagangan saham Kamis, (7/5/2026). IHSG hari ini berpotensi melemah ke kisaran 6.645-6.838. Lalu apa saja strategi rekomendasi saham-nya?
IHSG menguat 0,05% ke 7.092 dan masih didominasi oleh volume pembelian pada perdagangan Rabu, 6 Mei 2026.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini posisi pergerakan IHSG berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam atau bagian awal dari wave B dari wave (2) pada label merah. “Worst case, IHSG akan rawan terkoreksi ke rentang 6.645-6.838 dan best case IHSG akan menguat untuk menguji 7.212-7.418,” tutur Herditya.
Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.838,6.745 dan level resistance 7.022,7.240 pada perdagangan saham Kamis pekan ini.
Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat dengan level support dan resistance 6.950-7.160.
Rekomendasi Saham
Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT Timah Tbk (TINS).
Sedangkan Herditya memilih saham PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA).
Rekomendasi Teknikal
1.PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) - Trading Buy
Saham BIPI menguat 3,25% ke 254 dan didominasi oleh volume pembelian yang cenderung meningkat, tetapi penguatannya masih. “Saat ini, posisi BIPI diperkirakan berada pada bagian dari wave [c] dari wave 2,” ujar Herditya.
Trading Buy: 248-254
Target Price: 268, 276
Stoploss: below 240
2.PT Sentul City Tbk (BKSL) - Buy on Weakness
Saham BKSL menguat 6,60% ke 113 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi pergerakannya tertahan oleh MA20. “Kami memperkirakan, posisi BKSL saat ini berada di awal wave 1 dari wave (C),” kata dia.
Buy on Weakness: 108-111
Target Price: 122, 133
Stoploss: below 105