Arsenal vs Atletico Madrid: Insiden Diego Simeone dengan Petinggi The Gunners Jadi Sorotan

Diego Simeone marah dan mendorong Berta di laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026 di Stadion Emirates

oleh Achmad Yani YustiawanDiterbitkan 06 Mei 2026, 11:30 WIB
Diego Simeone memberikan instruksi pada skuad Atletico Madrid di laga melawan Arsenal di leg pertama semifinal Liga Champions 2025/2026 di Riyadh Air Metropolitano, Kamis (30/04/2026). (AP Photo/Jose Breton)

Liputan6.com, Jakarta - Pertandingan Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026 di Stadion Emirates, Rabu (6/5/2026) dini hari WIB, diwarnai keributan. Diego Simeone terlibat perselisihan di pinggir lapangan dengan direktur olahraga Arsenal, Andrea Berta di menit-menit akhir laga.

Tim asuhan Mikel Arteta mengamankan tempat di final berkat gol penting dari Bukayo Saka, yang memastikan kemenangan 1-0, sehingga unggul agregat 2-1. Arsenal akan menghadapi juara bertahan Paris Saint-Germain atau musuh bebuyutan Bayern Munchen di final pada 30 Mei 2026 di Budapest.

Arsenal menunjukkan ketangguhan dan tekad yang nyata untuk bertahan di tahap akhir pertandingan, saat mereka menandingi kekuatan fisik dan kegigihan tim Atletico yang dikenal karena penguasaan taktik-taktik kotor mereka.

Sorak sorai meriah terdengar di sekitar Stadion Emirates untuk setiap sapuan bola saat Arsenal menahan tekanan di akhir pertandingan dan mengulur waktu dengan keahlian yang nyata.

Sejumlah kartu kuning dikeluarkan wasit di babak tambahan waktu. Simeone dan Arteta sama-sama mendapat kartu kuning dari wasit Daniel Siebert, begitu pula kapten Atletico, Koke, dan kiper pengganti Arsenal, Kepa Arrizabalaga.


Simeone Marah Lihat Sikap Berta

Gelandang Arsenal, Noni Madueke, merayakan keberhasilan timnya melangkah ke final Liga Champions 2025/2026 setelah menyingkirkan Atletico Madrid dengan kemenangan agregat 2-1. (Adrian Dennis / AFP)

Namun, kartu kuning untuk Simeone yang paling menarik perhatian. Saat Arsenal hanya beberapa detik lagi menuju kemenangan, Berta terlihat di pinggir lapangan memberi isyarat kepada wasit, mendesaknya untuk meniup peluit akhir pertandingan.

Direktur olahraga Arsenal itu menunjuk ke jam tangan imajiner di pergelangan tangannya dan melambaikan tangannya di udara untuk memberi sinyal bahwa seluruh waktu tambahan telah dimainkan.

Tindakan ini membuat Simeone marah, yang berlari menyusuri pinggir lapangan dan mendorong Berta kembali ke terowongan. Wasit keempat bergegas untuk mencoba meredakan situasi, sementara anggota bangku cadangan tim lawan ikut campur untuk mencoba menenangkan insiden tersebut.


Berta dan Simeone Memiliki Sejarah

Selebrasi Bukayo Saka dkk. dalam laga Arsenal vs Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions 2025/2026, Rabu (6/5/2026). (AP Photo/Alastair Grant)

Sebagai tambahan, Berta adalah teman dekat Simeone selama 12 tahun kebersamaan mereka di Atletico Madrid. Pria Italia itu bergabung dengan klub La Liga sebagai direktur teknik pada tahun 2013 dan dipromosikan ke posisi direktur olahraga empat tahun kemudian.

Lanjut Baca:

Berta dinobatkan sebagai Direktur Olahraga Terbaik Tahun Ini di Globe Soccer Awards pada tahun 2019 dan membantu Simeone memenangkan dua gelar La Liga, Liga Europa, Piala Super UEFA, dan Copa del Rey, sebelum bergabung dengan Arsenal musim panas lalu. Simeone dan Berta tidak pernah berhasil memenangkan Liga Champions bersama, kalah di final melawan rival sengit Real Madrid pada tahun 2014 dan 2016. Ia berharap dapat mengalahkan mantan rekannya itu ketika Arsenal berupaya meraih gelar Liga Champions pertama mereka di akhir bulan ini.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya