Pasokan Air Sempat Mati di Hotel Jemaah Haji Indonesia di Makkah, Kini Kembali Normal

Tim akomodasi berkoordinasi dengan pihak hotel dalam pemulihan air di hotel jemaah haji Indonesia di sektor 7, Misfalah, Makkah.

oleh Asnida RianiDiterbitkan 05 Mei 2026, 18:03 WIB
Sekretaris Sektor 7 Daker Makkah, Salamun Ali Mafaz, ditemui di Hotel Al Asalah Al Bakkiya, Makkah, 5 Mei 2026. (Liputan6.com/Asnida Riani/Media Center Haji 2026)

Liputan6.com, Jakarta - Pasokan air di Hotel Al Asalah Al Bakkiya, Misfalah, yang menjadi tempat menginap jemaah haji Indonesia sempat terhenti pada Selasa (5/5/2026) dini hari. Namun, aliran air kini telah kembali normal setelah dilakukan penanganan oleh petugas sektor bersama pihak hotel.

Sekretaris Sektor 7 Daerah Kerja (Daker) Makkah, Salamun Ali Mafaz, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan gangguan tersebut.

“Saya dapat informasi dari kloter (air mati) sekitar pukul 2 pagi (Selasa). Kami langsung bergerak karena air itu kebutuhan dasar,” ujar Ali saat ditemui di lokasi.

Ia menegaskan, petugas segera berkoordinasi dengan penghubung akomodasi dan manajemen hotel untuk memastikan pasokan air kembali normal.

“Begitu ada laporan, langsung kami tindak lanjuti. Kami tidak abai,” tegasnya.

Menurut Ali, perwakilan penghubung akomodasi telah bertemu pihak hotel pada pagi hari untuk memastikan penanganan dilakukan secara menyeluruh. Ia juga meminta pihak hotel memberikan prioritas terhadap kebutuhan jemaah.

“Tolong dipastikan hari ini selesai. Jangan sampai dibiarkan karena ini layanan pokok,” ujarnya.

Ali menjelaskan, sebelum jemaah menempati hotel, tim sektor telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap fasilitas, mulai dari listrik, air, sanitasi, fasilitas ibadah, hingga kelayakan kamar.

“Semua ada checklist-nya dan kita pastikan siap sebelum jemaah datang,” katanya.

 

Siapkan Langkah Mitigasi

Pemeriksaan juga mencakup kondisi detail di setiap kamar, seperti kran, lampu, dan saluran air. Jika ditemukan kerusakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan manajemen hotel untuk segera diperbaiki.

“Kalau ada yang tidak layak, tidak kami berikan ke jemaah,” ucapnya.

Meski demikian, Ali mengakui gangguan teknis seperti pasokan air atau listrik dapat terjadi di luar kendali.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, tim sektor telah menyiapkan langkah mitigasi, termasuk pengecekan penampungan air dan kesiapan genset.

"Kami sudah antisipasi, tapi hal teknis tetap bisa terjadi,” katanya.

Hotel tersebut diketahui mampu menampung sekitar 1.744 jemaah, namun hingga kini baru dihuni tiga kloter dengan total sekitar 900 orang.

Infografis Rangkaian Ibadah Haji 2026. (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya