Matheus Cunha Puji Michael Carrick, Sentuhan Magis Sir Alex Ferguson Kembali Terasa di Manchester United

Matheus Cunha memuji peran Michael Carrick di Manchester United usai kemenangan atas Liverpool. Cunha menyebut ada sentuhan magis era Sir Alex Ferguson.

oleh Aga Deta AndityaDiterbitkan 05 Mei 2026, 17:02 WIB
Gol pembuka lahir pada menit keenam melalui Matheus Cunha. Penyerang asal Brasil itu menunjukkan determinasi tinggi dengan memanfaatkan bola muntah dari percobaan pertamanya, sebelum melepaskan tembakan jarak jauh yang menembus kerumunan pemain. (AP Photo/Dave Thompson)

Liputan6.com, Jakarta - Matheus Cunha memberikan pujian tinggi kepada Michael Carrick setelah Manchester United mengalahkan Liverpool. Cunha menilai sang pelatih membawa kembali nuansa magis era Sir Alex Ferguson.

Kemenangan 3-2 atas Liverpool memastikan Manchester United kembali ke Liga Champions musim depan. Hasil itu diraih dengan tiga laga tersisa di Premier League musim ini.

Carrick ditunjuk sebagai pelatih setelah kepergian Ruben Amorim pada Januari lalu. Ia langsung mampu mengangkat performa tim di tengah tekanan besar.

Peran Carrick dinilai melampaui ekspektasi banyak pihak dalam waktu singkat. Cunha pun menjadi salah satu pemain yang merasakan langsung dampak kepemimpinannya.


Carrick Dinilai Layak Bertahan

Selebrasi Michael Carrick usai membawa Manchester United meraih kemanangan dramatis atas Fulham 3-2 di Old Trafford, Minggu (1/2/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Carrick dipercaya menangani tim hingga akhir musim untuk menstabilkan situasi. Ia berhasil membawa Manchester United kembali ke jalur positif.

Kemenangan atas Liverpool menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan tersebut. Cunha melihat perubahan besar dalam kepercayaan diri tim.

"Ya, ya, jujur, saya pikir kita perlu mengatakannya," ucap Cunha.

"Saya rasa itu bukan di tangan saya. Tapi apa yang dia lakukan, dia penuh kepercayaan pada tim dan, lihat, saya duduk di bangku cadangan bersamanya, tetapi cara dia mengajarkan semua orang itu luar biasa," lanjut Cunha.


Sentuhan Filosofi Era Ferguson

Bruno Fernandes merayakan gol Matheus Cunha di laga Chelsea vs Manchester United di pekan ke-33 Liga Inggris 2025/2026 di Stamford Bridge, Minggu (19/04/2026) dini hari WIB. (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Carrick dinilai memiliki pendekatan yang mampu menghidupkan kembali identitas lama Manchester United. Cunha menyoroti cara sang pelatih membangun mental tim.

Pengalaman Carrick sebagai mantan pemain di era Ferguson menjadi nilai tambah. Hal itu terlihat dalam cara ia menanamkan filosofi kepada skuad.

"Saya pikir dia seperti memiliki magis dari masa Ferguson, hal-hal seperti itu," beber Cunha.

"Lalu dia datang dan membawanya kepada kami, mengajarkan kami bagaimana rasanya," sambung Cunha.


Kebanggaan Bermain di Bawah Carrick

Pemain Manchester United, Matheus Cunha, mencetak gol ke gawang Liverpool pada lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Old Trafford, Minggu (3/5/2026) malam WIB. (Darren Staples / AFP)

Cunha juga menilai bermain di bawah arahan Carrick menjadi pengalaman berharga. Ia merasa bangga menjadi bagian dari tim saat ini.

Perubahan suasana di ruang ganti menjadi salah satu faktor penting kebangkitan tim. Cunha merasakan atmosfer yang lebih positif.

"Ya, menjadi bagian dari semua yang dia lakukan adalah sebuah kehormatan, dan tentu saja saya pikir dia pantas mendapatkannya," tegas Cunha.

"Ini adalah salah satu kehormatan terbesar bagi saya untuk bermain di klub ini dan kami tahu target musim ini adalah berada di sana," imbuh Cunha.


Target Liga Champions Jadi Prioritas

Matheus Cunha (kanan) mengajak Amad Diallo (kiri) dan Bryan Mbeumo (tengan) usai dirinya berhasil mencetak gol perdana Manchester United saat melawan Fulham di Old Trafford, Minggu (1/2/2026) malam WIB. (AP Photo/Dave Thompson)

Kembalinya Manchester United ke Liga Champions dianggap sangat penting. Cunha menegaskan kompetisi tersebut adalah tempat yang seharusnya bagi tim.

Ia juga menyinggung perjalanan tim yang sempat diragukan banyak pihak. Namun kini, mereka berhasil membalikkan keadaan.

"Saya pikir Liga Champions tanpa klub ini tidak sama, dan klub ini tanpa Liga Champions juga tidak sama," ujar Cunha.

"Ketika kami datang, ada banyak keraguan tentang bagaimana klub ini akan bangkit. Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari ini," pungkas Cunha.

Sumber: FotMob


Persaingan Sengit di Liga Champions

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya