Liputan6.com, Jakarta - Bank sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) menaikkan suku bunga menjadi 4,35%, dipicu tingginya tingkat inflasi. Besaran kenaikan menyamai posisi pada Desember 2024.
Langkah RBA ini sejalan dengan prediksi para ekonom, kenaikan suku bunga akan kembali terjadi untuk ketiga kalinya secara berturut-turut.
Advertisement
Melansir laman CNBC, Selasa (5/5/2026), sebanyak 8 anggota dewan Bank Sentral Australia memilih untuk menaikkan suku bunga, sementara satu anggota memilih untuk mempertahankannya di level 4,1%.
RBA mengatakan bahwa inflasi meningkat secara signifikan pada paruh kedua tahun 2025, imbas konflik di Timur Tengah. Perang mendorong kenaikan harga bahan bakar dan komoditas.
“Sesuai perkiraan, perkembangan di Timur Tengah berdampak pada inflasi. Harga bahan bakar yang lebih tinggi menambah tekanan inflasi dan ada indikasi bahwa hal ini kemungkinan akan menimbulkan efek lanjutan pada harga barang dan jasa secara lebih luas,” tambah dia.
Inflasi ini, Bank sentral kemungkinan akan tetap berada di atas target 2% hingga 3% untuk beberapa waktu dan risikonya masih tinggi.
RBA kembali memberi sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi, dengan proyeksi suku bunga mencapai 4,7% pada Desember 2026, atau 50 basis poin lebih tinggi dibandingkan proyeksi awal Februari. Jika suku bunga melampaui 4,35%, itu akan menjadi yang tertinggi sejak Desember 2011.
Perkiraan inflasi bank juga direvisi naik menjadi 4,8% untuk kuartal berakhir di Juni dan 4% di akhir 2026, meningkat dari perkiraan Februari sebelumnya masing-masing sebesar 4,2% dan 3,6%. Pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2026 direvisi turun menjadi 1,3% dari 1,8%.
Pertumbuhan Ekonomi
Ekonomi Australia tumbuh 2,6% dibandingkan tahun sebelumnya pada kuartal keempat, laju tercepat dalam dua tahun. Hal ini melampaui ekspektasi.
Keputusan ini mengikuti data inflasi terbaru yang menunjukkan tekanan harga masih persisten. Harga konsumen naik 4,09% pada kuartal pertama dibandingkan tahun sebelumnya, tertinggi dalam lebih dari dua tahun.
Pada bulan Maret, inflasi naik menjadi 4,6%, tertinggi sejak Australia mulai menerbitkan data indeks harga konsumen bulanan pada tahun 2025.RBA telah memberi sinyal pada pertemuan bulan Maret bahwa kenaikan suku bunga lebih lanjut kemungkinan terjadi, meskipun para pembuat kebijakan berbeda pendapat mengenai waktunya.
“Perkembangan di Timur Tengah tetap sangat tidak pasti, tetapi dalam berbagai kemungkinan skenario dapat menambah inflasi global dan domestik,” kata RBA setelah pertemuan bulan Maret.