Uni Emirat Arab Akui Diserang Iran dengan Rudal dan Drone

Seperti apa penjelasan Iran atas serangannya terhadap UEA?

oleh Khairisa FeridaDiterbitkan 05 Mei 2026, 08:01 WIB
Seorang warga berada di tepi Pelabuhan Fujairah (AFP/Karim Sahib)

Liputan6.com, Abu Dhabi - Iran meluncurkan lebih dari selusin rudal dan drone ke Uni Emirat Arab (UEA) sebagai respons atas apa yang disebutnya "petualangan militer" Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz.

UEA mengaku bahwa Iran menyerangnya dengan 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat drone pada hari Senin (4/5/2026).

Serangan drone tersebut memicu kebakaran di pelabuhan Fujairah, sebuah pusat ekspor minyak utama UEA. Pemerintah Emirat menambahkan bahwa tiga warga negara India mengalami "luka sedang" akibat serangan tersebut.

"Serangan-serangan ini merupakan eskalasi berbahaya dan pelanggaran yang tidak dapat diterima, yang menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan negara, stabilitas, dan keselamatan wilayahnya," kata Kementerian Luar Negeri UEA seperti dikutip dari Middle East Eye.

Pernyataan itu menambahkan bahwa UEA memiliki hak penuh dan sah untuk merespons serangan-serangan ini.

Media pemerintah Iran mengutip seorang pejabat senior yang mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas manuver militer AS di kawasan Teluk dan bukan direncanakan sebelumnya.

"Republik Islam tidak memiliki rencana untuk menyerang (fasilitas minyak ini)," lapor media pemerintah Iran, mengutip seorang pejabat senior. "Apa yang terjadi merupakan akibat dari petualangan militer AS yang bertujuan membuka jalur bagi kapal-kapal untuk secara ilegal melintasi Selat Hormuz yang dibatasi."

Sebelumnya pada hari Senin, AS mengumumkan rencana untuk mengawal kapal-kapal keluar dari Selat Hormuz.

Kantor berita Iran, Fars, melaporkan bahwa Iran menyerang sebuah kapal perang AS dengan dua rudal saat kapal tersebut berusaha melintasi perairan itu.

Presiden AS Donald Trump membantah klaim tersebut pada yang sama, dengan menyatakan bahwa hanya sebuah kapal Korea Selatan yang terkena serangan. Ia juga mengatakan bahwa AS telah menembak tujuh kapal serang cepat di Teluk. Iran membantah klaim tersebut.

Menekan AS Lewat UEA?

Eskalasi konflik pada Senin memberikan tekanan baru terhadap gencatan senjata yang rapuh di antara kedua negara.

Perundingan antara kedua pihak mengalami kebuntuan sejak gencatan senjata  mulai berlaku pada 8 April. Teheran dan Washington umumnya menahan diri untuk tidak saling menyerang secara langsung dan memilih menunjukkan kekuatan melalui blokade yang saling bersaing di kawasan Teluk.

Trump kembali mengancam Iran pada hari Senin, namun di lain sisi dinilai meremehkan serangan terhadap UEA.

Ia mengatakan Iran akan dihapus dari muka Bumi jika mencoba menargetkan kapal-kapal AS di Selat Hormuz. Namun, ia juga menambahkan bahwa Iran menjadi lebih "lunak" dalam perundingan.

Serangan Iran dipandang menegaskan bagaimana negara itu menargetkan UEA dalam upayanya menekan AS. Abu Dhabi merupakan negara Teluk yang paling dekat dengan Israel.

Israel dilaporkan mengerahkan teknisi dan sistem pertahanan udara ke UEA untuk melindungi dari serangan Iran.

 

UEA mengumumkan bahwa kegiatan sekolah kembali dilakukan secara daring minggu ini setelah serangan tersebut.

Sementara itu, Oman menyatakan bahwa dua orang terluka ketika sebuah bangunan tempat tinggal di Bukha menjadi sasaran serangan.

Bukha adalah sebuah kota sekaligus nama provinsi di Oman, yang merupakan wilayah eksklave di sepanjang pesisir Teluk, di barat laut emirat Fujairah.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya