Jacksen Tiago Berharap Kalsel Bisa Lahirkan Pemain Sepak Bola Putri Handal

Jacksen Tiago memimpin tim kepelatihan pada kompetisi sepak bola putri usia dini. Jacksen semringah dengan antusiasme di Kaltim.

oleh ThomasDiterbitkan 04 Mei 2026, 15:56 WIB
Jacksen Tiago Berharap Kalsel Bisa Lahirkan Pemain Sepak Bola Putri Handal

Liputan6.com, Jakarta - Untuk pertama kalinya Banjarmasin menggelar turnamen sepak bola putri usia dini, MilkLife Soccer Challenge (MLSC). MLSC Banjarmasin Seri 2 2025 – 2026 berlangsung di di Green Yakin Soccer Field, Banjar, Kalimantan Selatan pada 30 April hingga 3 Mei.

Pelaksanaan perdana di Banjarmasin ini diikuti oleh 661 peserta dari 49 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari Banjarmasin dan sekitarnya. Mereka tergabung dalam 62 tim yang terdiri dari atas 30 tim KU 10 dan 32 tim KU 12.

Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F Tiago menilai bahwa upaya pengembangan sepak bola putri di Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan, membutuhkan dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak, khususnya dalam penyediaan wadah pembinaan maupun kompetisi usia dini. Melanjutkan semangat yang telah ditunjukkan pada gelaran sebelumnya di Samarinda, MilkLife Soccer Challenge tidak hanya hadir sebagai kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembinaan berjenjang yang membuka peluang bagi talenta-talenta putri untuk berkembang dan terpantau.

“Seperti yang kita lihat pekan lalu di Samarinda, antusiasme dan potensi pemain putri di Kalimantan sangat besar. Ini harus terus dijaga dengan menyediakan lebih banyak ruang latihan dan kompetisi yang konsisten. Tujuan MilkLife Soccer Challenge hadir di sini adalah untuk pemassalan sepak bola putri di Banjarmasin. Kami mengimbau agar dalam waktu dekat lebih banyak SSB yang fokus kepada pembinaan pemain putri,” ujar Jacksen dilansir Antara.

Lebih lanjut, Direktur Akademi Borneo FC tersebut menegaskan bahwa turnamen ini menjadi salah satu tahapan penting dalam menjaring pemain terbaik yang nantinya diproyeksikan menuju MilkLife Soccer Challenge All-Stars. Ia berharap keberlanjutan program ini dapat memperkuat ekosistem sepak bola putri di daerah, sekaligus membuka jalan bagi lahirnya talenta-talenta potensial yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Ajang ini bukan sekadar turnamen, tetapi bagian dari proses seleksi dan pembinaan jangka panjang. Para pemain yang tampil menonjol akan memiliki kesempatan untuk melangkah ke level berikutnya, termasuk bergabung dalam MLSC All-Stars. Ini menjadi motivasi tambahan bagi para peserta untuk terus berkembang. Jika konsistensi ini terus dijaga, bukan tidak mungkin daerah seperti Kalimantan Selatan akan menyusul jejak daerah lain dalam melahirkan pemain-pemain putri berkualitas,” tambahnya.

Lanjut Baca:

Jacksen beserta jajaran tim pelatih mengkurasi sekira 25 pemain terbaik dari MilkLife Soccer Challenge Banjarmasin Seri 2 2025 - 2026 untuk mengikuti MilkLife Soccer Extra Training, program latihan tambahan intensif yang rencananya digelar tiga kali dalam sepekan. Dimulai pada Senin (4/5), pelatihan tersebut dilakukan guna mengasah teknik maupun mental bertanding untuk mengejar ketertinggalan dari kota–kota lain yang telah lebih dulu bergulir dan menggelar turnamen dua seri. Banjarmasin juga dipastikan akan ambil bagian di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2026 - 2026 yang dijadwalkan berlangsung 24 hingga 28 Juni 2026 di Kudus, Jawa Tengah, menghadapi perwakilan dari 11 kota lainnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya