Liputan6.com, Jakarta - Toncoin (TON) mencatat kenaikan harga sekitar 3 persen dalam 24 jam terakhir, seiring lonjakan volume transaksi yang mencapai USD 95 juta.
Dikutip dari coinmarketcap, Senin (4/5/2026), Toncoin merupakan aset kripto yang awalnya dikembangkan oleh tim Telegram sebelum akhirnya dikelola oleh komunitas melalui sistem desentralisasi. Protokol ini dikenal memiliki struktur multi-layer dan fokus pada kecepatan, dengan tujuan mendukung layanan pembayaran, penyimpanan data, hingga layanan digital.
Advertisement
Saat ini, TON diperdagangkan di kisaran USD 1,38 dengan kapitalisasi pasar mencapai USD 3,58 miliar. Sementara itu, volume perdagangan harian tercatat sebesar USD 95,87 juta dengan total suplai beredar sekitar 2,49 miliar token.
Secara historis, Toncoin pernah menyentuh harga tertinggi sepanjang masa di USD 8,24 pada Juni 2024, sedangkan harga terendahnya berada di USD 0,3906 pada September 2021.
Dalam 24 jam terakhir, harga TON naik sekitar 3,15 persen, sementara dalam sebulan terakhir meningkat 12,14 persen. Lonjakan volume perdagangan hingga 45,72 persen menunjukkan meningkatnya minat investor terhadap aset ini.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Sinyal Bullish Muncul, Tapi Risiko Masih Ada
Secara teknikal, pergerakan harga Toncoin menunjukkan sinyal positif. Pola “three white soldiers” yang muncul pada grafik harga sering dianggap sebagai indikator bullish atau potensi kenaikan lanjutan.
Level resistensi terdekat berada di kisaran USD 1,46. Namun, pada grafik empat jam, TON masih berada di area oversold, yang mengindikasikan kemungkinan volatilitas jangka pendek.
Kenaikan ini terjadi setelah Toncoin mengalami tren penurunan selama sekitar tiga minggu sebelumnya.
Analis menyebut pergerakan harga selanjutnya sangat bergantung pada level kunci.
“Pergerakan naik lebih lanjut untuk Toncoin dalam jangka pendek dinilai lebih mungkin terjadi jika mampu bertahan di atas level USD 1,30. Jika turun di bawah batas tersebut, ada kemungkinan harga menguji level USD 1,10. Untuk saat ini, indikator teknikal menunjukkan potensi kuat menuju level USD 1,46.”
Dengan kata lain, level USD 1,30 menjadi batas penting. Jika mampu bertahan di atasnya, peluang kenaikan tetap terbuka.
Proyeksi Harga hingga 2030 dan Prospek Jangka Panjang
Dalam jangka menengah, harga Toncoin diproyeksikan bergerak fluktuatif. Pada 2026, harga diperkirakan berada di kisaran USD 0,97 hingga USD 4,35, dengan rata-rata sekitar USD 1,63.
Pada 2028, harga diperkirakan meningkat ke rentang USD 7,26 hingga USD 9,49, dengan rata-rata USD 7,60. Sementara pada 2030, analis memperkirakan harga TON bisa mencapai USD 17,71 hingga USD 20,42.
Beberapa platform analisis juga memberikan proyeksi tambahan. Coincodex memperkirakan harga TON bisa mencapai USD 2,20 pada 2026 dan USD 3,93 pada 2028. Sementara Gate.com memberikan estimasi yang lebih konservatif di kisaran USD 1,34 hingga USD 1,62.
Secara fundamental, Toncoin terus berkembang sejak diperkenalkan sebagai Telegram Open Network pada 2018. Setelah beralih ke tata kelola berbasis komunitas melalui TON Foundation, proyek ini menunjukkan pertumbuhan pesat, meski tetap diwarnai volatilitas.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga TON cenderung stabil di kisaran USD 1,35 hingga USD 1,40. Pergerakan ini dipengaruhi berbagai faktor, termasuk investasi Telegram dalam keamanan jaringan serta pembatalan konferensi ekosistem di Dubai akibat konflik di Timur Tengah.
Ke depan, performa Toncoin akan sangat dipengaruhi kondisi pasar global serta keberhasilan pengembangan teknologi blockchain yang diusungnya.