Liputan6.com, Manila - Filipina pada Minggu (3/5/2026) mengumumkan bahwa pihaknya mengerahkan pesawat dan kapal untuk mengusir armada China yang melakukan penelitian ilmiah kelautan secara ilegal.
Keputusan itu diambil setelah Penjaga Pantai Filipina mendeteksi empat kapal penelitian China yang beroperasi di sekitar perairan Filipina, menurut harian berbahasa Inggris setempat, Philstar.
Advertisement
"Kami tidak akan mentolerir penelitian ilmiah kelautan ilegal apa pun yang dilakukan tanpa persetujuan pemerintah kami," kata Komandan Penjaga Pantai Filipina, Laksamana Ronnie Gil Gavan, dikutip dari Antara News, Senin (4/5/2026).
"Kami mengerahkan pesawat dan kapal untuk menantang dan mengusir kapal-kapal tidak berizin ini untuk melindungi kedaulatan dan hak kedaulatan Filipina," katanya.
Kantor berita milik negara China, Xinhua, juga melaporkan pada Minggu (3/5), bahwa "lima awak kapal Filipina secara ilegal mendarat di Tiexian Jiao di Nansha Qundao China, mengabaikan peringatan dan upaya pencegahan berulang dari pihak China," mengutip sumber.
Beijing menyebut Kepulauan Spratly yang diklaim Filipina di Laut China Selatan sebagai Nansha Qundao.
Petugas penegak hukum Penjaga Pantai China "mengidentifikasi para penyusup dan menangani insiden tersebut sesuai dengan hukum, secara efektif melindungi kedaulatan teritorial dan hak serta kepentingan maritim China," tambah pernyataan itu.