Lippo Karawaci Bukukan Laba Rp 107 Miliar di Kuartal I 2026

Lippo Karawaci mencatat laba Rp 107 miliar di kuartal I 2026, didukung pra penjualan properti Rp 1,95 triliun dan arus kas yang kuat.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 04 Mei 2026, 11:45 WIB
RUPST PT Lippo Karawaci Tbk pada Jumat, 13 Juni 2025 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta memutuskan pergantian pengurus. (Dok LPKR) 

Liputan6.com, Jakarta - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melaporkan kinerja keuangan kuartal pertama 2026 yang berakhir pada 31 Maret 2026 dengan hasil yang tetap solid. Di tengah kondisi makroekonomi global yang penuh tantangan, perseroan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,80 triliun. Sementara itu, EBITDA tercatat Rp 337 miliar dan laba bersih mencapai Rp 107 miliar.

CEO PT Lippo Karawaci Tbk John Riady mengatakan, LPKR senang dengan momentum yang berlanjut pada penjualan real estat, dengan prapenjualan mencapai Rp 1,95 triliun atau setara 32% dari target tahunan. Permintaan tetap terkonsentrasi pada rumah tapak, khususnya produk di segmen terjangkau dan menengah, yang menjadi fokus utama strategi perusahaan.

"Kami akan terus berfokus pada eksekusi di seluruh proyek township kami, sembari tetap menjaga pendekatan yang pruden dalam pengelolaan modal dan operasional," jelas dia, Senin (4/5/2026).

Dari sisi likuiditas, arus kas operasional LPKR mengalami peningkatan signifikan sebesar 20% secara tahunan (YoY) menjadi Rp499 miliar pada kuartal I 2026. Peningkatan ini terutama ditopang oleh penerimaan dari pelanggan yang lebih baik.

Perseroan juga menutup periode ini dengan posisi kas yang kuat, yakni sebesar Rp1,62 triliun, mencerminkan fundamental keuangan yang tetap sehat.

Kinerja LPKR turut didukung oleh segmen real estate yang menunjukkan pertumbuhan positif. Pra penjualan (marketing sales) mencapai Rp1,95 triliun atau setara 32% dari target tahunan.

Permintaan masih didominasi produk rumah tapak yang menyumbang 84% dari total pra penjualan. Tingginya minat terutama datang dari pembeli rumah pertama (first-time homebuyers) dan pengguna akhir (end-user), baik di segmen terjangkau maupun menengah.

 

 

Proyek Baru Dorong Kinerja Penjualan

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) akan memulai serah terima Park Serpong Fase 1 yang diluncurkan pada Oktober 2023 pada Desember 2024, empat bulan lebih cepat dari jadwal awal 18 bulan. (Dok LPKR)

Kinerja penjualan LPKR juga diperkuat oleh peluncuran sejumlah proyek baru, seperti Park Serpong Phase 7 dan Neo 5ense Collection di Cikarang.

Produk-produk tersebut berhasil menarik minat pasar, terutama di segmen mass market dan menengah. Hal ini sekaligus memperkuat posisi perseroan di pasar hunian tapak.

Di tingkat holding, penjualan residensial menyumbang Rp1,22 triliun. Selain itu, kontribusi juga datang dari penjualan unit komersial sebesar Rp156 miliar, kavling tanah Rp30 miliar, serta lahan pemakaman di San Diego Hills sebesar Rp33 miliar.

Peluncuran berbagai tipe hunian seperti Goldtops, Gold, Silver, Bronze, Urban, hingga Treetops turut mendukung momentum penjualan. Produk ini ditawarkan dengan harga kompetitif dan menyasar kebutuhan hunian terjangkau.

 

Segmen Lifestyle Tetap Solid

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) berhasil mencapai pra-penjualan sebesar Rp 6,01 triliun pada tahun 2024. (Dok Lippo)

Selain real estate, segmen lifestyle LPKR juga menunjukkan kinerja yang stabil. Pada kuartal I 2026, segmen ini mencatatkan pendapatan Rp310 miliar, EBITDA Rp103 miliar, dan laba bersih Rp55 miliar.

Kinerja tersebut ditopang oleh efisiensi operasional di tengah kondisi permintaan yang masih menantang.

Secara operasional, rata-rata tarif kamar hotel tercatat stabil di level Rp639 ribu. Di sisi lain, jumlah kunjungan mal meningkat 6% YoY menjadi 11,5 juta pengunjung per bulan, menandakan pemulihan sektor ritel yang terus berlanjut.

John Riady  melanjutkan, ke depan, perseroan akan tetap mengedepankan strategi pengembangan hunian terjangkau dengan pengelolaan keuangan yang disiplin di tengah dinamika ekonomi global.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya