Liputan6.com, Jakarta - Aceh, provinsi yang berada di ujung Pulau Sumatera ini memiliki segudang khazanah. Mulai dari tradisi adat, sejarah, kesenian hingga kuliner. Salah satu masakan khas yang terkenal dari Tanah Rencong ini adalah mie Aceh.
Secara umum, satu porsi mie Aceh terdiri dari dari mi kuning yang dimasak menggunakan berbagai macam bumbu, kaya rempah, bercitra rasa pedas gurih, dan memiliki varian mi goreng, tumis dan kuah.
Advertisement
Di kota-kota besar, tidak sulit menemukan hidangan tradisional khas Aceh ini. Mulai dari warung makan di pinggir jalan, hingga restoran di pusat perbelanjaan.
Namun seperti apa rasanya menikmati kuliner legendaris ini langsung di tempat asalnya?
Beberapa waktu lalu, Liputan6.com berkesempatan mengunjungi Kota Banda Aceh. Dan mie Aceh merupakan salah satu kuliner yang wajib dicoba.
Demi mengobati rasa penasaran, akhirnya saya singgah ke warung makan yang terletak di Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh. Tempat makan ini merupakan salah satu yang direkomendasikan untuk menikmati hidangan otentik khas Aceh tersebut.
Pengunjung yang datang tidak pernah putus. Kursi-kursi selalu penuh. Jadi harus sabar jika makan di rumah makan ini.
Setelah menunggu cukup lama, satu porsi mie Aceh tumis dengan toping potongan ikan Marlin akhirnya mendarat di meja makan. Kuahnya yang kental terlihat sangat menggugah selera. Aroma rempahnya semerbak.
Mie Aceh paling enak dinikmati saat masih hangat. Saya pun larut dalam puncak kenikmatan rasa. Satu porsi mie Aceh ludes dalam waktu singkat, lebih cepat dari proses memasaknya.
Warga Aceh bernama Sabar, berbagi informasi mengenai kelezatan mie Aceh. Menurutnya, rahasia di balik nikmatnya mie Aceh adalah keberanian sang juru masak untuk mencampur seberapa banyak jenis-jenis rempah dan bumbu dapur.
Menurutnya, semakin beragam campuran bumbunya maka citra rasa yang dihasilkan dalam seporsi mie Aceh akan semakin kuat dan nikmat.
"Semakin banyak campuran rempah yang dipakai, rasanya semakin nikmat," ujar dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (28/4/2026).
Rempah-rempah memang menjadi bumbu utama dalam masakan Mie Aceh. Di antara yang umum digunakan adalah kapulaga, pala, jintan, bunga lawang hingga kunyit. Namun sangat mungkin adanya jenis rempah-rempah lain yang digunakan.
Selain itu, kekuatan mie Aceh selanjutnya terletak pada kaldu. Terdapat dua macam kaldu yang umum digunakan, yaitu kaldu daging dan udang. Kaldu ini berfungsi sebagai penguat rasa gurih.
Letak geografis Aceh yang dikelilingi oleh pantai, membuat wilayah ini kaya akan hasil tangkapan ikan maupun hewan laut lainnya. Sehingga umumnya mie Aceh di sini menggunakan kaldu berbahan dasar hewan laut seperti udang dan kepiting.
"Kaldunya ini pakai udang, kepiting. Ini yang membuat rasanya tambah gurih," lanjutnya.
Sebagai pelengkap saat menikmati mie Aceh, jangan lupa untuk menambahkan acar bawang dan perasan jeruk nipis.