Persija Asah Ketajaman Jelang Lawan Persijap: Masalah Sepertiga Akhir Jadi Fokus Utama

Persija Jakarta benahi lini depan jelang lawan Persijap Jepara. Efektivitas di sepertiga akhir jadi kunci di pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 03 Mei 2026, 16:42 WIB
Selebrasi gol debut Paulo Ricardo bersama Persija Jakarta saat melawan Persis Solo pada laga pekan ke-30 BRI Super League musim ini di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (27/04/2026) malam WIB. (Bola.com/Abdul Aziz)

Liputan6.com, Jakarta - Persija Jakarta bersiap menghadapi laga krusial pada pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026. Macan Kemayoran dijadwalkan bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Senin (2/5) pukul 19.00 WIB.

Pertandingan ini menjadi momentum penting bagi Persija untuk menjaga konsistensi performa di fase akhir musim. Setiap poin kini memiliki dampak besar terhadap posisi mereka di klasemen.

Namun, ada pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan. Persija dinilai belum cukup efektif dalam memaksimalkan peluang, terutama di sepertiga akhir lapangan.

Fokus pembenahan itu kini menjadi prioritas utama tim jelang laga tandang. Mereka berupaya meningkatkan koneksi permainan agar lebih tajam di depan gawang lawan.


Koneksi Lini Depan Jadi Sorotan

Pemain asing Persija Jakarta, Jean Mota, berhasil mencetak gol debut bagi Macan Kemayoran saat menghadapi Persis Solo pada laga pekan

Persija sejatinya memiliki komposisi pemain dengan kualitas individu yang mumpuni. Namun, kualitas tersebut belum sepenuhnya terkonversi menjadi produktivitas gol yang konsisten.

Gelandang Persija, Jean Mota, menilai bahwa persoalan utama terletak pada konektivitas permainan. Ia melihat masih ada celah dalam membangun pola serangan yang efektif di area krusial.

Menurutnya, tim harus berani mengambil risiko dalam membangun serangan. Hal itu penting untuk membuka ruang dan menciptakan peluang yang lebih berbahaya.

“Menurut saya, kami memiliki tim yang hebat, dengan pemain yang sangat berkualitas. Kami harus mencari beberapa cara untuk membangun koneksi di sepertiga akhir lapangan agar bisa terus mencetak gol," buka Jean Mota.

"Kami harus berusaha sebaik mungkin hingga kami dapat menciptakan lebih banyak peluang dan akhirnya mencetak gol untuk meraih kemenangan,” ujar Mota.


Mentalitas dan Efektivitas Jadi Penentu

Aksi bek asal Brasil Paulo Ricardo saat Persija Jakarta bertandang ke markas Persita Tangerang dalam laga pekan ke-19 BRI Super League 2025/2026, Jumat (30/1/2026). (Dok. I.League)

Selain aspek teknis, faktor mental juga menjadi perhatian dalam persiapan Persija. Konsistensi performa tidak hanya ditentukan oleh taktik, tetapi juga oleh sikap pemain di lapangan.

Bek Persija, Paulo Ricardo, menegaskan pentingnya tampil dengan determinasi tinggi. Ia menilai tim harus memaksimalkan kualitas yang dimiliki untuk meraih hasil positif.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa Persija tidak hanya fokus pada perbaikan teknis. Mereka juga berupaya memperkuat karakter permainan sebagai tim besar.

“Kami harus tampil dengan sepenuh hati, menggunakan kualitas yang kami punya, dan melakukan segala upaya untuk meraih hasil positif,” kata Paulo.

Sumber: I.League

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya