Liputan6.com, Jakarta - iPhone 17 series mencatatkan tonggak penting bagi Apple. Ternyata, lini smartphone baru ini disebut sebagai keluarga iPhone terpopuler dalam sejarah perusahaan berbasis di Cupertino.
Klaim tersebut datang langsung dari CFP Apple, Kevan Parekh. Dalam pernyataannya kepada Financial Times, Kevan menyebut keluarga iPhone sebagai lineup paling populer yang pernah dimiliki Apple.
Advertisement
“Seri iPhone 17 kini menjadi lini produk terpopuler dalam sejarah kami,” ucap Kevan yang dikutip dari Financial Times, Minggu (3/5/2026).
Perusahaan memang belum membagikan rincian lebih jauh soal angka penjualan masing-masing model. Namun, pernyataan itu memberi sinyal kuat, iPhone 17, iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, dan iPhone Air mendapatkan respons positif di pasar.
Pencapaian ini terasa penting, karena iPhone masih menjadi produk utama jualan Apple. Hampir dua dekade sejak pertama kali diperkenalkan, smartphone ini tetap menjadi motor utama pendapatan perusahaan.
Permintaan iPhone Sangat Tinggi
Dalam wawancara terpisah dengan Reuters, CEO Apple Tim Cook juga mengakui permintaan terhadap iPhone 17 series sangat tinggi.
Namun, Tim Cook menyebut perusahaan masih menghadapi keterbatasan pasokan. Masalah ini membuat perusahaan belum bisa sepenuhnya memenuhi permintaan pasar.
"Permintaan sangat tinggi. Dan saat ini rantai pasokan agak kurang fleksibel untuk mendapatkan lebih banyak suku cadang," kata Cook kepada Reuters.
Penjualan iPhone secara global juga kabarnya ikut tertahan karena persediaan chip A19 dan A19 Pro terbatas. Ini karena TSMC selaku pembuat chip tersebut sedang fokus memenuhi permintaan besar untuk komponen kecerdasan buatan atau AI.
Kondisi ini membuat Apple berada dalam situasi sulit, di mana permintaan konsumen tinggi, tetapi rantai pasok belum masih terbatas untuk mengejar seluruh kebutuhan produksi.
Tak hanya itu, biaya chip memori juga ikut meningkat dan mulai memberi dampak lebih besar terhadap bisnis perusahaan. Kevan mengatakan, “memori memiliki dampak semakin besar antara kuartal pertama dan kedua tahun 2026.
Masalah pasokan chip dan meningkatnya tantangan untuk mendapatkan RAM berpotensi berimbas ke lini iPhone 18 yang akan diperkenalkan Apple pada September 2026.
MacBook Neo Ikut Dongkrak Kinerja Apple
Selain iPhone 17, MacBook Neo juga menjadi salah satu produk yang ikut memperkuat kinerja laporan keuangan Apple. Permintaan terhadap laptop baru ini disebut sangat kuat dan menopang prospek penjualan perusahaan.
MacBook Neo menjadi salah satu pendorong utama hasil keuangan Apple pada kuartal kedua fiskal. Laptop ini dibanderol USD 500 untuk pelajar, membuatnya menjadi salah satu perangkat Mac yang menarik perhatian pasar pendidikan.
Perusahaan mengatakan penjualan Mac, termasuk kontribusi MacBook Neo selama beberapa minggu, mencapai USD 8,4 miliar. Angka ini melampaui perkiraan USD 8,02 miliar.
Capaian tersebut memberi sinyal, MacBook Neo berhasil menarik minat pengguna baru, terutama di segmen pelajar dan pengguna yang membutuhkan laptop Apple dengan harga lebih terjangkau.
Bisnis Layanan Apple Tetap Kuat
Bisnis layanan Apple juga menunjukkan performa solid. Segmen ini mencakup pendapatan dari App Store dan berbagai layanan digital Apple.
Pada kuartal kedua fiskal, bisnis layanan Apple menghasilkan pendapatan USD 30,98 miliar. Angka tersebut berada di atas perkiraan analis sebesar USD 30,39 miliar.
Kinerja ini menarik karena App Store masih berada dalam pengawasan regulasi di Eropa dan sejumlah wilayah lain. Meski begitu, layanan tetap menjadi salah satu sumber pendapatan penting bagi Apple.