Liputan6.com, Jakarta - Fenomena hoaks terkait pendaftaran program bantuan pemerintah terus menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Informasi palsu ini kerap beredar luas, menyasar berbagai program mulai dari Program Keluarga Harapan (PKH) hingga bantuan alat pertanian.
Pelaku penipuan program bantuan pemerintah seringkali menggunakan berbagai modus untuk menjerat korban. Salah satu yang paling umum adalah permintaan data pribadi sensitif seperti NIK, nomor ponsel, atau rekening bank, dengan dalih pendaftaran atau pencairan bantuan. Mereka juga bisa meminta sejumlah uang sebagai biaya administrasi atau percepatan pencairan.
Advertisement
Tautan mencurigakan atau phishing adalah alat utama penyebaran hoaks ini. Tautan palsu dirancang menyerupai situs resmi pemerintah untuk mencuri data pribadi korban. Penipu juga seringkali menciptakan urgensi dengan menetapkan batas waktu pendaftaran atau klaim yang mendesak, agar korban bertindak tanpa berpikir panjang.
Modus penipuan ini dirancang untuk memanfaatkan harapan masyarakat akan bantuan sosial. Para pelaku menyebarkan informasi bohong melalui tautan pendaftaran palsu atau klaim pencairan dana yang tidak benar. Tujuannya adalah untuk melakukan pencurian data pribadi atau bahkan penipuan finansial. Kondisi ini membuat masyarakat, khususnya yang membutuhkan, rentan menjadi korban.
Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk mengenali berbagai bentuk hoaks yang beredar dalam daftar berikur ini.
Link Pendaftaran PKH Tahap 3 untuk Balita sampai Lansia
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran PKH tahap 3 untuk balita sampai lansia, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook 22 April 2026.
Klaim link pendaftaran PKH tahap 3 untuk balita sampai lansia berupa tulisan sebagai berikut.
"Di tahun 2026 awal bulan Desember Pemerintah melalui Kementerian Sosial RI menyalurkan kembali BANTUAN melalui PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) TAHAP KE 3
1.Balita usia 0-6 Rp. 750.000
2.Ibu hamil Rp. 5.750.000
3.Siswa SD Rp. 2.225.000
4.Siswa SMP Rp. 3.225.000
5.Sisws SMA Rp. 5.500.000
6.Lansia berusia Rp. 6.600.000
7.Penyandang disabiltas Rp. 4.600.000
Buruan Daftarkan diri Kalian.Akses website resmi Kementerian Sosial. Batas Pendaftaran Sampai 29 Desember 2025.
Pendaftaran Bantuan PROGRAM KELUARGA HARAPAN ( PKH ) akan di Claim atau dihubungi dalam jangka 1x24 setelah mendaftar
#bantuansosial
#programkeluargaharapan
#bantuanlangsungtunai
#pkh
#blt"
Unggahan tersebut terdapat menu daftar, jika diklik akan muncul link berikut.
"https://danabansoss.business.blog/?fbclid=IwY2xjawRdDK9leHRuA2FlbQIxMQBzcnRjBmFwcF9pZBAyMjIwMzkxNzg4MjAwODkyAAEerWzxNafcZicpEAuQqNX8lIn-O_hUjSzBvpM4Ux8FiL96tt5m6ot9JQpO8hc_aem_syoW3rTRipP5Z2H0uj5uHA"
Link tersebut mengarah pada halaman situs yang meminta sejumlah data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
Benarkah klaim link pendaftaran PKH tahap 3 untuk balita sampai lansia? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini.......
Link Pendaftaran BLT UMKM 2026
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran bantuan BLT UMKM 2026, informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 26 April 2026.
Klaim link pendaftaran bantuan BLT UMKM 2026 berupa tulisan sebagai berikut.
"BANTUAN BLT UMKM
https://blt11.addres.cfd/bin/
Untuk semua pelaku UMKM
Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah.
Kabar Gembira Untuk Para UMKM, Tahun ini Telah Diluncurkan Program BLT UMKM Yakni Bantuan Terhadap Seluruh Pegiat UMKM."
Unggahan tersebut disertai dengan link pendaftaran sebagai berikut.
"https://blt11.addres.cfd/bin/?fbclid=IwY2xjawRb6sFleHRuA2FlbQIxMABicmlkETFPWFh2ZEVPSXR4NmFiVDZEc3J0YwZhcHBfaWQQMjIyMDM5MTc4ODIwMDg5MgABHq6y0PjsSm7OGNfJex_F7tIN2AP6rgE9t0OfBtZ0ewAicyD4RQqX9kyTYw-k_aem_wL1i1zqLXpBitJjaVyzX4Q"
Jika link tersebut diklik akan mengarah pada halaman situs dengan tampilan formulir digital yang meminta sejumlah identitas, seperti nama lengkap, nomor telepon dan alamat lengkap.
Benarkah klaim link pendaftaran bantuan BLT UMKM 2026? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com dalam halaman berikut ini......
Link Pendaftaran Bantuan Alat dan Mesin Pertanian 2026
Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) 2026 dari Kementerian Pertanian (Kementan). Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 24 April 2026.
Berikut isi unggahannya:
"🌾 Bantuan APBN Pertanian 2026 🌾
Pemerintah menyalurkan bantuan sektor pertanian melalui APBN Tahun Anggaran 2026 untuk meningkatkan produktivitas, kesejahteraan petani, dan ketahanan pangan nasional. Bantuan meliputi sarana produksi, alsintan, serta pendampingan teknis.
Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.
#APBN2026 #BantuanPertanian #PertanianMaju #Ketahananpangan#petanimilenial
Untuk pendaftaran silahkan klik link di 👇👇
https://daftarssekargjuga.ciiliin.com/"
Unggahan menyertakan poster bergambar alat-alat pertanian seperti traktor, dengan tulisan sebagai berikut:
"PENYALURAN BANTUAN ALAT PERTANIAN APBN TAHUN 2026
DIREKTORAT JENDERAL PRASARAN DAN SARANA PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN
DAFTAR SEKARANG"
Unggahan disertai menu daftar. Jika menu daftar diklik akan muncul link yang mengarah pada halaman situs menampilkan formulir digital dan meminta data pribadi seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
Lalu benarkah klaim link pendaftaran untuk mendapatkan bantuan alat dan mesin pertanian 2026 dari Kementan? Simak hasil penelusurannya berikut ini...
Tentang Cek Fakta Liputan6.com
Melawan hoaks sama saja melawan pembodohan. Itu yang mendasari kami membuat Kanal Cek Fakta Liputan6.com pada 2018 dan hingga kini aktif memberikan literasi media pada masyarakat luas.
Sejak 2 Juli 2018, Cek Fakta Liputan6.com bergabung dalam International Fact Checking Network (IFCN) dan menjadi partner Facebook. Kami juga bagian dari inisiatif cekfakta.com. Kerja sama dengan pihak manapun, tak akan mempengaruhi independensi kami.
Jika Anda memiliki informasi seputar hoaks yang ingin kami telusuri dan verifikasi, silahkan menyampaikan di email cekfakta.liputan6@kly.id.
Ingin lebih cepat mendapat jawaban? Hubungi Chatbot WhatsApp Liputan6 Cek Fakta di 0811-9787-670.