Ekspansi Pasar Eropa, BYD Bakal Ambil Alih Pabrik Volkswagen di Jerman

BYD dikabarkan tengah menjajaki langkah strategis di Eropa, dengan rencana mengambil alih sebagian faslitas pabrik Volkswagen di Jerman, tepatnya di Dresden

oleh Arief AszhariDiterbitkan 04 Mei 2026, 06:12 WIB
BYD Atto 1 2026 di Beijing Auto Show 2026 (carnewschina)

Liputan6.com, Jakarta - BYD dikabarkan tengah menjajaki langkah strategis di Eropa, dengan rencana mengambil alih sebagian faslitas pabrik Volkswagen di Jerman, tepatnya di Dresden.

Mengutip laporan Carnewschina, negosiasi tersebut melibatkan fasilitas yang dikenal sebagai Transparent Factory milik Volkswagen.

Sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, menyebutkan bahwa BYD berpotensi memanfaatkan sebagian area pabrik untuk produksi kendaraan listrik.

Langkah ini tidak lepas dari kondisi pabrik Dresden, yang saat ini tidak lagi digunakan untuk produksi.

Volkswagen sendiri telah menghentikan aktivitas manufaktur di fasilitas tersebut sejak akhir 2025, setelah sebelumnya digunakan untuk merakit model listrik seperti ID.3.

Selain BYD, sejumlah produsen asal Tiongkok lainnya juga dikabarkan tertarik memanfaatkan fasilitas produksi Volkswagen di Eropa.

Beberapa nama yang muncul di antaranya adalah MG dan Xpeng, yang melihat peluang untuk memperluas basis produksinya di Benua Biru.

Jika kesepakatan ini terealisasi, langkah tersebut berpotensi menjadi strategi penting bagi BYD untuk memperkuat kehadirannya di pasar Eropa.

Produksi lokal dinilai dapat membantu pabrikan menghindari hambatan tarif impor, sekaligus meningkatkan daya saing di pasar regional.

Di sisi lain, Volkswagen juga tengah mencari cara untuk mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas produksinya di Eropa.

Perusahaan disebut membuka peluang kolaborasi dengan mitra, termasuk dari Tiongkok, guna memanfaatkan kapasitas pabrik yang belum terpakai secara maksimal.

Belum Ada Konfirmasi BYD dan Volkswagen

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi resmi dari kedua belah pihak terkait hasil pembicaraan tersebut.

Namun, perkembangan ini menjadi indikasi kuat bahwa persaingan industri kendaraan listrik global semakin dinamis, terutama dengan masuknya pemain besar asal Tiongkok ke pasar Eropa.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya