Cesc Fabregas Kenang Kerasnya Latihan Antonio Conte: Bikin Menderita, Butuh 5 Bulan untuk Adaptasi

Cesc Fabregas mengenang latihan keras Antonio Conte di Chelsea jelang duel Como vs Napoli di Serie A 2026.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 01 Mei 2026, 18:44 WIB
Pelatih Como Cesc Fabregas. (Josep LAGO / AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Pertemuan antara Como dan Napoli pada pekan ke-35 Serie A 2025/2026 menghadirkan cerita menarik di pinggir lapangan. Duel ini bukan sekadar soal taktik, tetapi juga pertemuan dua sosok dengan sejarah yang kuat.

Cesc Fabregas, kini pelatih Como, akan kembali berhadapan dengan Antonio Conte. Sosok yang pernah menjadi mentornya saat masih aktif sebagai pemain di Chelsea.

Laga di Stadio Sinigaglia, Sabtu malam WIB, menjadi momentum emosional bagi Fabregas. Ia tidak hanya menghadapi pelatih top, tetapi juga mengingat kembali fase penting dalam kariernya.

Dalam konferensi pers jelang laga, Fabregas membuka memori tentang kerasnya metode latihan Conte. Pengakuannya menggambarkan betapa intensnya tuntutan fisik di bawah pelatih asal Italia tersebut.


Latihan Ekstrem Conte: Intensitas Tinggi yang Membentuk Mentalitas

Cesc Fabregas. Gelandang asal Spanyol ini didatangkan Chelsea dari Barcelona pada awal musim 2014/2015. Selama total 5 musim, ia tampil dalam 198 laga dengan torehan 22 gol. Dua gelar Premier League sukses diraihnya. Pada 2018/2019 dirinya hijrah ke Monaco hingga kini. (Foto: AFP/Ian Kington)

Fabregas mengakui bahwa periode bersama Conte adalah salah satu fase paling menantang dalam kariernya. Ia merasakan langsung standar tinggi yang diterapkan dalam setiap sesi latihan.

“Saya belajar banyak dari Antonio,” kata Fabregas.

“Dia membuat saya sangat menderita secara fisik, dia selalu menuntut kecepatan, intensitas, bermain dengan kecepatan penuh, tidak ada yang membuat saya lebih menderita."

"Saya juga menginginkan hal itu dari tim saya, mungkin dengan cara yang sedikit berbeda, beberapa dengan atau tanpa bola," katanya.

Menurut Fabregas, pendekatan tersebut memang berat di awal. Namun, hasilnya terasa signifikan setelah melalui masa adaptasi.

“Memang benar bahwa setelah empat atau lima bulan beradaptasi dengan metodenya, pada bulan Desember saya sudah sangat bugar. Saya merasa luar biasa secara fisik," kata Fabregas.


Dari Murid Jadi Rival: Fabregas dan Conte

Pelatih kepala Como asal Spanyol, Cesc Fabregas, bereaksi dari area teknis selama pertandingan Seri A Italia antara Inter Milan dan Como di Stadion San Siro di Milan pada 23 Desember 2024. (Piero CRUCIATTI/AFP)

Fabregas tidak hanya mengingat kerasnya latihan, tetapi juga menyerap filosofi kerja Conte. Ia mengakui bahwa mentalitas pelatih Italia itu memberikan dampak besar dalam cara pandangnya terhadap sepak bola.

"Setelah saya terbiasa dengan caranya bekerja, mentalitasnya, saya benar-benar percaya pada apa yang dia lakukan," ucap Fabregas.

Selama dilatih Conte di Chelsea pada periode 2016 hingga 2018, Fabregas mencatatkan kontribusi signifikan. Ia tampil dalam 86 pertandingan dengan torehan 10 gol dan 22 assist.

Kini, Fabregas mengaplikasikan sebagian prinsip tersebut dalam karier kepelatihannya. Meski demikian, ia tetap menyesuaikannya dengan pendekatan yang lebih fleksibel.

Sumber: Football Italia

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya