Pasar Aceh Tamiang Kembali Ramai, Ekonomi Warga Bangkit Pascabencana

Sejumlah toko yang sebelumnya lumpuh kini kembali beroperasi. Ini menandai kebangkitan aktivitas perdagangan dan ekonomi warga di wilayah tersebut.

oleh Tim RegionalDiterbitkan 01 Mei 2026, 18:17 WIB
Geliat ekonomi warga di pasar Aceh Tamiang. (Kemendagri)

Liputan6.com, Jakarta - Geliat ekonomi masyarakat Aceh Tamiang perlahan mulai pulih setelah sempat terpuruk akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November tahun lalu. Sejumlah toko yang sebelumnya lumpuh kini kembali beroperasi. Ini menandai kebangkitan aktivitas perdagangan dan ekonomi warga di wilayah tersebut.

Pasar sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat juga mulai kembali aktif. Warga tampak ramai mengunjungi pasar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menciptakan suasana yang semakin mendekati kondisi normal.

Salah seorang pedagang ikan di Pasar Kuala Simpang, Herman, mengungkapkan kondisi pasar saat ini sudah berangsur pulih.

"Alhamdulillah, sekarang sudah kembali normal," kata Herman saat ditemui di kiosnya, Rabu (29/4/2026).

Dia mengaku baru sekitar satu setengah bulan kembali berjualan setelah tempat usahanya dibersihkan oleh aparat pemerintah.

"Sudah sebulan setengah, sudah dibersihkan oleh pemerintah kita," katanya.

Pasar daging yang berada di pinggir Sungai Tamiang tersebut menjadi salah satu infrastruktur umum yang terdampak cukup parah akibat banjir.

Meski demikian, pasokan ikan kini sudah kembali tersedia dari berbagai daerah.

"Pasokan ikan dari Banda Aceh ada, dari Sumatera Utara, dari Medan ada," ujarnya.

Meski demikian, Herman berharap pemerintah dapat segera melakukan rehabilitasi bangunan pasar, khususnya pada bagian atap yang rusak akibat banjir.

"Kalau bisa kami minta digantikan seng-seng ini. Seng-seng ini kan banyak yang sudah hancur, sudah tidak layak lagi. Kalau hujan, sudah jelas kami kena hujan," harapnya.

Diakuinya, pada masa awal kembali berjualan, daya beli masyarakat masih rendah. Sehingga dagangannya kurang laku. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, kondisi tersebut mulai membaik seiring meningkatnya aktivitas masyarakat.

"Dalam beberapa bulan terakhir ini memang agak melemah, karena mungkin banyak yang belum kerja. Karena posisi seperti ini ya. Tapi Alhamdulillah ada juga, dan menunjukkan tren positif, makin hari makin lebih baik," ujarnya.

 

Geliat ekonomi warga di pasar Aceh Tamiang. (Kemendagri)

196 Pasar Sudah Beroperasi

Kondisi serupa juga dirasakan Nurlela, pedagang sayur di Pajak Atas, Kuala Simpang. Dia baru kembali berjualan sekitar dua bulan setelah terdampak banjir.

Nurlela menjual sayur-sayuran yang diperoleh dari petani di desanya, Bandar Pusaka, Aceh Tamiang. Dia memanfaatkan hasil pertanian lokal untuk dipasarkan.

Pada awal masa pemulihan, Nurlela sempat kesulitan mendapatkan pasokan karena banyak lahan perkebunan warga rusak akibat banjir.

"Sekarang ini jualan cuma ubi, bayam, kangkung, itu dari masyarakat di kampung," kata Nurlela.

Seiring waktu, kondisi pasar semakin membaik. Toko-toko pakaian, pedagang buah, sembako, serta berbagai kebutuhan lainnya mulai kembali beroperasi.

Data Satgas PRR pada 27 April 2026 mencatat, sebanyak 196 pasar rakyat di tiga provinsi terdampak sudah beroperasi secara fungsional. Rinciannya, 114 pasar di Aceh, 56 pasar di Sumatera Utara, dan 26 pasar di Sumatera Barat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya