Real Madrid Lebih Condong ke Klopp daripada Mourinho, Ini Alasannya

Real Madrid dikabarkan lebih memilih Jurgen Klopp daripada Jose Mourinho sebagai pelatih baru. Ini alasan dari ruang ganti.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 30 April 2026, 22:02 WIB
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp, menilai laga melawan Tottenham Hotspur bukan tentang rivalitas dirinya dengan Jose Mlourinho. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Jakarta - Real Madrid sudah dua musim beruntun tanpa gelar mayor. Situasi ini memaksa manajemen klub untuk mengevaluasi arah proyek baru mereka.

Keputusan besar akan segera diambil terkait sosok pelatih anyar. Nama besar seperti Jurgen Klopp dan Jose Mourinho masuk dalam daftar teratas kandidat.

Menurut laporan jurnalis Gonzalo Alvarez di Cadena SER, preferensi ruang ganti menjadi faktor penting. Mayoritas pemain dikabarkan lebih condong kepada Klopp daripada Mourinho.


Ruang Ganti Lebih Nyaman dengan Klopp

Pelatih Liverpool Jurgen Klopp (kiri) berbicara kepada ofisial pertandingan setelah pertandingan melawan Real Madrid pada pertandingan leg pertamababak 16 besar Liga Champions di stadion Anfield di Liverpool, Inggris, Rabu (22/2/2023). Kebobolan lima gol merupakan pertama kalinya dirasakan Liverpool di Liga Champions, terutama di kandang sendiri para partai kompetisi Eropa. (AFP/Paul Ellis)

Klopp dinilai memiliki pendekatan yang lebih diterima oleh para pemain. Gaya kepemimpinannya dianggap mampu membangun hubungan yang lebih harmonis di dalam tim.

“Klopp jauh lebih populer daripada Mourinho. Mourinho adalah bom waktu, dan di ruang ganti dengan ego tertentu, dia bisa memicu konflik sejak awal; para pemain memahami itu,” ujar Alvarez.

Penilaian ini tidak lepas dari karakter Mourinho yang dikenal tegas dan konfrontatif. Kondisi tersebut dinilai berisiko di tengah situasi ruang ganti yang sedang membutuhkan stabilitas.


Bayang-bayang Konflik Lama Mourinho

Pelatih Benfica, Jose Mourinho tak senang dengan selebrasi gol Vinicius yang akhirnya memicu insiden tersebut. Hal itu membuatnya memilih bersikap netral terkait insiden rasisme yang dialami Vinicius Junior. (AP Photo/Pedro Rocha)

Mourinho memiliki sejarah yang tidak sepenuhnya mulus saat periode sebelumnya di Madrid. Konfliknya dengan Iker Casillas menjadi salah satu contoh yang masih diingat.

Saat itu, Casillas yang berstatus kapten sempat tersingkir dari tim utama. Keputusan tersebut memicu ketegangan internal yang cukup besar di dalam skuad.

Selain itu, komentar Mourinho terkait Vinicius Junior dan dukungannya pada Gianluca Prestianni dalam kasus sensitif juga berpotensi memengaruhi penerimaan pemain.


Keputusan Perez Jadi Penentu

Presiden Real Madrid, Florentino Perez. (AFP/Pierre-Philippe Marcou)

Presiden Florentino Perez mengambil kendali penuh dalam proses penunjukan pelatih baru. Ia dihadapkan pada pilihan strategis yang akan menentukan masa depan tim.

Di tengah situasi ruang ganti yang dinilai kurang memiliki kepemimpinan kuat, keputusan ini menjadi krusial. Perez perlu mempertimbangkan keseimbangan antara karakter pelatih dan kebutuhan tim saat ini.

Nama lain seperti Didier Deschamps juga masuk dalam pertimbangan karena kedekatannya dengan pemain Prancis di skuad. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada visi jangka panjang klub.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya