Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan kartu kredit terbesar kedua di Korea Selatan, Shinhan Card, menggandeng Solana Foundation untuk menguji teknologi pembayaran berbasis stablecoin dan dompet digital yang dikendalikan pengguna.
Dikutip dari CoinMarketCap, Jumat (1/5/2026), kerja sama ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan stablecoin dalam transaksi sehari-hari, baik bagi pelaku usaha maupun konsumen. Melalui proyek ini, kedua pihak ingin menghadirkan sistem pembayaran ritel yang lebih cepat, aman, dan efisien.
Advertisement
Uji coba ini merupakan kelanjutan dari fase awal yang telah diselesaikan pada April lalu. Pada tahap terbaru ini, Shinhan Card dan Solana akan menguji kelayakan komersial penggunaan stablecoin dalam transaksi harian.
Shinhan Card menilai inisiatif ini dapat menghadirkan pengalaman pembayaran yang lebih ramah digital dan meningkatkan keamanan dalam sistem pembayaran modern.
Selain itu, proyek ini juga akan mengkaji bagaimana stablecoin dapat diintegrasikan ke dalam aktivitas perdagangan nyata, sehingga memudahkan transaksi dan meningkatkan efisiensi.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Jembatani Keuangan Tradisional dan Digital
Kolaborasi ini juga bertujuan mengembangkan model keuangan hibrida yang menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan keuangan terdesentralisasi (DeFi).
Langkah ini diharapkan dapat mendorong adopsi pembayaran berbasis blockchain secara lebih luas serta menghadirkan solusi integrasi teknologi ke pasar utama.
Sebagai informasi, Shinhan Card saat ini menguasai sekitar 16,9% pangsa pasar kartu kredit di Korea Selatan, menjadikannya pemain terbesar kedua setelah Samsung Card.
Sebelumnya, Shinhan Card dan Solana telah menyelesaikan uji coba konsep (proof-of-concept/PoC) yang mencakup enam area utama. Di antaranya pembayaran peer-to-peer berbasis blockchain, infrastruktur pembayaran aset digital, hingga transfer stablecoin lintas negara.
Selain itu, mereka juga mengembangkan produk hybrid seperti kartu kredit dan cek berbasis stablecoin, serta solusi dompet digital menggunakan kartu chip IC.
Persaingan Global Pembayaran Stablecoin Makin Ketat
Melalui kerja sama ini, Shinhan Card juga memperluas pengembangan layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi). Perusahaan berencana menguji aplikasi yang mengintegrasikan data on-chain dan off-chain melalui teknologi blockchain.
Shinhan Card menyatakan bahwa tujuan utamanya adalah menjembatani sistem pembayaran yang ada dengan ekosistem aset digital.
“Shinhan Card noted that its goal is to bridge existing payment systems with the digital asset ecosystem, which could lead to new business models and greater ease for customers in their daily transactions.”
Secara global, tren pembayaran stablecoin juga semakin berkembang. Sejumlah raksasa pembayaran seperti Visa dan Mastercard mulai masuk ke pasar ini.
Visa, misalnya, telah meluncurkan layanan pembayaran USD Coin (USDC) berbasis blockchain Solana untuk institusi keuangan di Amerika Serikat sejak Desember 2025.
Analis menilai, masa depan pembayaran stablecoin akan sangat ditentukan oleh kesiapan infrastruktur, kejelasan regulasi, serta kemampuan menghadirkan pengalaman pengguna yang mulus.
Meski menawarkan efisiensi dan transparansi, teknologi ini masih menghadapi tantangan seperti keamanan, interoperabilitas, dan kepatuhan regulasi. Namun, proyek seperti yang dilakukan Shinhan Card dan Solana diyakini menjadi langkah penting menuju adopsi massal pembayaran digital berbasis blockchain.