Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham Kamis, (30/4/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah seluruh sektor saham tertekan dan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip data RTI, IHSG ditutup merosot 2,46% menjadi 6.926,54 pada sesi pertama perdagangan saham Kamis pekan ini. Indeks saham LQ45 turun 2,39% menjadi 667,79. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham.
Advertisement
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG merosot didorong sejumlah sentimen. Salah satunya, nilai tukar rupiah yang masih melemah terhadap dolar Amerika Serikat di 17.390. Koreksi IHSG juga didorong saham emiten bank dan energi yang membebani pergerakan IHSG. “Bursa regional Asia pun cenderung koreksi,” tutur dia saat dihubungi Liputan6.com.
Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 7.109 dan terendah 6.923,19. Sebanyak 618 saham melemah sehingga bebani IHSG. 95 saham menguat dan 98 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham 1.554.668 kali dengan volume perdagangan saham 23,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 11,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.372.
Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham basic merosot 3,77%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi terpangaks 2,77%, sektor saham industri turun 3,21%, sektor saham consumer nonsiklikal merosot 2%.
Kemudian sektor saham consumer siklikal tergelincir 2,33%, sektor saham kesehatan terpangkas 1,44%, sektor saham keuangan turun 1,97%, sektor saham properti susut 2,15%. Lalu sektor saham teknologi terperosok 1,1%, sektor saham infrastruktur merosot 2,48% dan sektor saham transportasi tergelincir 1,78%.
Top Gainers-Losers
Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:
- Saham HERO menguat 24,74%
- Saham ADHI menguat 21,98%
- Saham SDMU menguat 21,43%
- Saham PSDN menguat 18,56%
- Saham NIKL menguat 13,38%
Saham-saham yang masuk top losers antara lain:
- Saham BOBA merosot 14,91%
- Saham KONI merosot 13,18%
- Saham MEGA merosot 12,35%
- Saham BLUE merosot 11,92%
- Saham LUCK merosot 11,63%
Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:
- Saham BBCA senilai Rp 798,1 miliar
- Saham BBRI senilai Rp 553,2 miliar
- Saham ANTM senilai Rp 413,3 miliar
- Saham KOTA senilai Rp 409,7 miliar
- Saham BMRI senilai Rp 396,7 miliar
Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:
- Saham KOTA tercatat 113.940 kali
- Saham TOOL tercatat 64.547 kali
- Saham BBRI tercatat 56.334 kali
- Saham ESIP tercatat 55.753 kali
- Saham BBCA tercatat 44.782 kali
Pembukaan IHSG pada 30 April 2026
Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada perdagangan saham Kamis pagi, (30/4/2026). IHSG hari ini turun mengikuti wall street dan bursa saham Asia Pasifik setelah the Federal Reserve (the Fed) tahan suku bunag acuan.
Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik 2,03 poin menjadi 7.103,25. Indeks saham LQ45 melemah 1,1% menjadi 676,63. Seluruh indeks saham acuan tertekan.
Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.109 dan level terendah 7.021,08. Sebanyak 431 saham melemah sehingga bebani IHSG. 171 saham menguat dan 125 saham diam di tempat.
Total frekuensi perdagangan saham 597.020 kali dengan volume perdagangan saham 10,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 3,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.385. Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham industri turun 2,33%, dan catat penurunan terbesar saat artikel ini ditulis. Sektor saham merosot 1,2%, sektor saham basic terpangkas 1,68%. Kemudian, sektor saham consumer nonsiklikal melemah 0,90%, sektor saham consumer siklikal terpangkas 0,75%, sektor saham kesehatan merosot 1,29%. Lalu sektor saham keuangan turun 0,99%, sektor saham properti merosot 0,37%, sektor saham teknologi berada di zona hijau, sektor saham infrastruktur turun 0,51% dan sektor saham transportasi melemah 0,49%.