Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan Kamis, (30/4/2026). Koreksi bursa saham Asia Pasifik terjadi di tengah wall street yang bervariasi karena harga minyak dunia yang memperpanjang kenaikan di tengah blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran. Sementara itu, the Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga.
Mengutip CNBC, harga minyak naik setelah the Wall Street Journal mengutip pejabat Amerika Serikat melaporkan Presiden AS Donald Trump telah memerintahkan anak buah-nya untuk bersiap menghadapi blokade Iran yang berkepanjangan. Harga minyak memperpanjang kenaikan setelah Axios melaporkan Trump menolak proposal Iran untuk kembali membuka Selat Hormuz, menandakan blokade angkatan laut AS akan tetap berlaku sampai kesepakatan mengenai program nulir Iran tercapai.
Advertisement
Harga minyak Brent naik 1,96% menjadi USD 120 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat 0,2% menjadi USD 107,09.
Di Australia, indeks ASX 200 melemah 0,43%. Di sisi lain, bursa saham Jepang turun setelah libur. Indeks Nikkei 225 turun 0,91%. Sementara itu, indeks Topix merosot 1,48%.
Indeks Kospi di Korea Selatan naik 0,36%, sedangkan indeks Kosdaq melemah 0,25%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng di Hong Kong diperdagangkan pada 25.729, dibandingkan penutupan indeks pada Rabu pekan ini di 26.111,84.
Di Amerika Serikat, kontrak berjangka yang terkait dengan S&P 500 naik 0,3%. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100 bertambah 0,5%. Indeks Dow Jones turun 0,2%.
Di wall street, indeks Dow Jones ditutup merosot pada Rabu waktu setempat. Indeks 30 saham itu turun 280,12 poin, atau 0,57% menjadi 48.861,81. Indeks S&P 500 terpangkas 0,04% dan ditutup ke 7.135,95. Indeks Nasdaq sedikit naik 0,04% menjadi 24.673,24.
Wall Street Bervariasi
Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street bervariasi pada perdagangan saham Rabu, 29 April 2026. Indeks Dow Jones turun seiring harga minyak terus menguat di tengah blokade Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan Iran. Selain itu, tekanan terhadap indeks Dow Jones juga didorong langkah the Federal Reserve (the Fed) menahan suku bunga acuan. Pelaku pasar juga menanti laporan keuangan dari empat perusahaan Magnificent Seven.
Mengutip CNBC, Kamis (30/4/2026), indeks Dow Jones turun 280,12 poin atau 0,57% menjadi 48.861,81 dan mencatat penurunan dalam lima hari berturut-turut. Indeks S&P 500 terpangkas 0,04% dan ditutup menjadi 7.135,95. Indeks Nasdaq naik 0,04% menjadi 24.673,24.
Harga minyak naik lagi pada ] Rabu setelah The Wall Street Journal, mengutip pejabat AS, melaporkan Presiden Donald Trump telah memerintahkan untuk bersiap menghadapi blokade Iran yang berkepanjangan. Harga kemudian naik setelah Axios melaporkan Trump telah menolak proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengatakan blokade angkatan laut AS akan tetap berlaku sampai kesepakatan yang membahas kekhawatiran tentang program nuklir negara Timur Tengah tersebut tercapai.
Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 7,17% menjadi USD 107,16 per barel. Kontrak berjangka minyak mentah Brent internasional naik 6,78% menjadi USD 118,80 per barel.
Sentimen The Fed
Ketua the Fed Jerome Powell menuturkan, harga minyak yang tinggi “akan mendorong inflasi secara keseluruhan” dalam jangka pendek, dalam konferensi pers setelah berakhirnya pertemuan kebijakan Fed April.
Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memberikan suara 8-4 untuk mempertahankan suku bunga dalam kisaran 3,5% hingga 3,75%. Itu menandai pertama kalinya empat anggota FOMC berbeda pendapat sejak Oktober 1992. Tentu saja, para anggota menyatakan alasan yang berbeda untuk suara mereka.
Pertemuan ini kemungkinan akan menjadi pertemuan terakhir Powell sebagai ketua sebelum masa jabatannya berakhir pada Mei, meskipun Powell mengatakan pada Rabu akan terus menjabat sebagai gubernur Fed untuk jangka waktu yang tidak terbatas bahkan setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir. Kevin Warsh, penerus yang dinominasikan Trump, tampaknya akan mengambil alih posisi Powell di bank sentral. Pasar tidak mengharapkan Fed untuk melakukan penyesuaian apa pun terhadap suku bunga dana federal saat ini.
Fed mungkin kurang cenderung untuk menurunkan suku bunga dengan Powell tetap sebagai gubernur, karena itu berarti gubernur yang ditunjuk Trump hanya akan membentuk tiga dari tujuh anggota Dewan Gubernur, bukan mayoritas.