Liputan6.com, London - Pemerintah Inggris pada Rabu (29/4/2026) mengumumkan pengusiran seorang diplomat Rusia sebagai langkah balasan (tit-for-tat) setelah seorang diplomat Inggris diusir dari Rusia bulan lalu atas tuduhan spionase.
Dalam pernyataan resmi, disebutkan bahwa duta besar Rusia untuk Inggris telah dipanggil ke Kantor Luar Negeri menyusul pengusiran yang disebut tidak dapat dibenarkan dari Moskow bulan lalu. Sebagai respons, pemerintah Inggris kini mencabut akreditasi seorang diplomat Rusia, yang berarti diplomat tersebut akan diusir dari negara itu.
Advertisement
"Kami dengan tegas mengecam keputusan Rusia bulan lalu yang tidak dapat dibenarkan untuk mengusir seorang diplomat Inggris lainnya serta kampanye fitnah publik yang bersifat jahat yang menyusul setelahnya. Perilaku ini sepenuhnya tidak dapat diterima dan kami tidak akan menoleransi pelecehan atau intimidasi terhadap staf diplomatik kami," demikian bunyi pernyataan tersebut seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.
"Kami telah memanggil duta besar Rusia untuk mengumumkan bahwa kami mengambil tindakan timbal balik dengan mencabut akreditasi seorang diplomat Rusia."
Pernyataan yang sama menambahkan, "Langkah Rusia yang berulang kali tidak diprovokasi dan tidak dapat dibenarkan ini dirancang untuk mengganggu pekerjaan diplomatik kami dan merupakan bagian dari kampanye perilaku agresif yang lebih luas terhadap Inggris. Setiap tindakan lebih lanjut oleh Rusia akan dianggap sebagai eskalasi dan akan ditanggapi dengan respons yang tegas dan proporsional."