Liputan6.com, Jakarta - PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (KAI Daop) 1 Jakarta mencatat terdapat 423 titik perlintasan kereta api sebidang di wilayahnya, dengan 130 titik di antaranya belum dilengkapi penjagaan.
Adapun wilayah operasional KAI Daop 1 meliputi DKI Jakarta, Banten, serta sebagian Jawa Barat seperti Bogor, Bekasi, dan Sukabumi.
Advertisement
“Total perlintasan kereta api sebidang ada 423 titik, terdiri dari 293 titik dijaga dan 130 titik tidak terjaga,” kata Manajer Humas Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo kepada wartawan, dikutip Rabu (29/4/2026).
Data tersebut menunjukkan masih tingginya jumlah perlintasan sebidang kereta api tanpa penjagaan di kawasan dengan mobilitas tinggi. Pasalnya, perlintasan sebidang khususnya yang tidak dijaga, kerap menjadi titik rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas antara kendaraan dan kereta api.
Selain perlintasan sebidang, Daop 1 Jakarta juga mengungkapkan baru memiliki total 118 titik perlintasan tidak sebidang berupa flyover dan underpass. Infrastruktur ini dinilai lebih aman karena memisahkan jalur kereta dengan arus kendaraan di jalan raya.
“Total Perlintasan kereta api tidak sebidang berupa flyover dan underpas ada 118 titik,” katanya.
Evaluasi
Sebelumnya, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno mengakui tidak seluruh perlintasan sebidang kereta api yang ada di Jakarta dilengkapi palang pintu. Ia menegaskan kondisi tersebut menjadi catatan penting yang harus terus dievaluasi, terutama setelah kecelakaan KRL di Bekasi menjadi sorotan pemerintah pusat.
“Jakarta memang ada beberapa lintasan yang mungkin tidak tertutup, tapi minimal ada yang jaga. Nah, tapi ini bagian yang harus kita evaluasi selalu,” kata Rano di Jalan Raya Kresek, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, meskipun tidak semua perlintasan memiliki palang pintu, keberadaan petugas di lapangan menjadi langkah mitigasi sementara untuk menjaga keselamatan pengguna jalan. Oleh sebab itu, dia memandang evaluasi menyeluruh diperlukan guna meminimalkan potensi kecelakaan.
Menurut Rano persoalan yang terjadi di wilayah Bekasi saat ini merupakan ranah pemerintah daerah Jawa Barat yang ditangani bersama dengan PT KAI serta pemerintah pusat, guna mencari solusi jangka panjang terhadap keselamatan perlintasan.
“Sekarang masalah yang terjadi di Bekasi, biarkan Pemda Bekasi bekerja sama dengan KAI dan pemerintah pusat untuk mencari solusinya,” katanya.
Perkuat Sistem Keselamatan
Ia berharap peristiwa kecelakaan serupa tidak kembali terulang dan menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat sistem keselamatan di perlintasan sebidang.
“Ya mudah-mudahan tidak terjadi lagi kecelakaan yang terjadi pada waktu kemarin,” ucapnya.