Liputan6.com, Jakarta - Pasar aset kripto mengalami dinamika yang menarik dalam sepekan terakhir. Di tengah pergerakan yang relatif stabil, Bitcoin bertahan di bawah level 77.000 dolar AS selama jam perdagangan di Asia.
Dikutip dari Coinmarketcap, Rabu (29/4/2026), meski sempat mencatat kenaikan tipis sebesar 0,1% dalam 24 jam terakhir, Bitcoin justru melemah sekitar 0,8% secara mingguan. Pergerakan ini menunjukkan kondisi pasar yang cenderung stagnan.
Advertisement
Namun, situasi berbeda terjadi pada sejumlah aset kripto lain yang justru mengalami tekanan. Ethereum turun 2,6% ke level USD 2.310. Sementara XRP anjlok 3,8% menjadi USD 1,39.
Selain itu, Solana juga melemah 3,2% ke 84,57 dolar AS, dan BNB turun 2,3% ke posisi 625 dolar AS.
Di tengah tekanan tersebut, Dogecoin justru tampil berbeda. Aset kripto berbasis meme ini mencatat kenaikan signifikan sebesar 5,5% dalam sepekan dan ditutup di level USD 0,1016. Dogecoin bahkan menjadi satu-satunya aset non-stablecoin di jajaran kripto papan atas yang berhasil mencatatkan kenaikan.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.
Faktor Ekonomi Global dan Perubahan Sentimen
Pergerakan pasar kripto tidak lepas dari pengaruh kondisi ekonomi global. Dominasi Bitcoin yang terus meningkat mencerminkan kecenderungan investor untuk mencari aset yang dianggap lebih aman di tengah meningkatnya kehati-hatian terhadap risiko.
Salah satu faktor eksternal yang turut memengaruhi adalah kenaikan harga minyak mentah Brent yang melampaui USD 111. Lonjakan ini dipicu dinamika politik di Amerika Serikat serta potensi perubahan hubungan diplomatik dengan Iran.
Zaheer Ebtikar dari Split Research menilai adanya kemungkinan perubahan struktur pasar Bitcoin. Ia melihat tekanan jual mulai berkurang karena sebagian besar investor telah keluar dari posisi mereka.
“Ternyata Bitcoin tidak sesensitif yang banyak orang kira terhadap perkembangan regulasi atau keputusan bank sentral. Selama volatilitas tetap rendah, investor tidak terburu-buru keluar dari pasar,” kata Zaheer Ebtikar.
Level Kunci Bitcoin dan Arah Pasar Selanjutnya
Secara teknikal, level USD 75.000 menjadi zona support penting bagi Bitcoin. Jika harga turun di bawah level tersebut, potensi penurunan lanjutan bisa terjadi. Sebaliknya, jika mampu bergerak menuju USD 80.000, momentum positif berpeluang kembali terbentuk.
Pelaku pasar kini menanti keputusan dari Federal Reserve dan European Central Bank yang dinilai akan memengaruhi arah pasar global.
Di sisi lain, kekhawatiran terhadap investasi berbasis kecerdasan buatan (AI) juga dikaitkan dengan meningkatnya aksi jual di pasar saham AS. Kenaikan harga minyak turut memicu kekhawatiran inflasi menjelang pengumuman kebijakan bank sentral.
Beberapa pengamat menilai posisi Bitcoin di kisaran 75.000 dolar AS menjadi titik krusial yang akan menentukan arah tren berikutnya. Meski sebagian besar aset kripto bergerak lesu, kenaikan Dogecoin menunjukkan bahwa faktor tak terduga masih dapat memengaruhi sentimen pasar secara signifikan.