Dihantam Gelombang Asang, Pemancing di Antai Bukit Suroyo Jember Hilang Terseret Arus

Tragedi memilukan terjadi, seorang pemancing dilaporkan hilang setelah tersapu ombak besar di kawasan Pantai Bukit Suroyo, Watu Ulo.

oleh Hermawan ArifiantoDiterbitkan 29 April 2026, 11:00 WIB
Tim SAR Lakukan operasi pencarian  pemancing hilang di Jember. (​Liputan6.com/Hermawan Arifianto)

Liputan6.com, Jakarta - Tragedi memilukan kembali terjadi di pesisir selatan Jawa. Seorang pemancing dilaporkan hilang setelah tersapu ombak besar di kawasan Pantai Bukit Suroyo, Watu Ulo, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, Jember.

Hingga saat ini, Tim SAR gabungan masih berjibaku melakukan pencarian di tengah cuaca yang tidak menentu.

​Peristiwa bermula saat korban, Moh Ali Makrus (33), warga Desa Lojejer, pergi memancing bersama dua orang anggota keluarganya pada Selasa  sore 28 April 2026. Namun, suasana tenang berubah mencekam sekitar pukul 20.00 WIB.

​"Ombak besar tiba-tiba datang dan langsung menyapu korban hingga terseret ke tengah laut. Dua saksi yang berada di lokasi tidak sempat memberikan pertolongan karena kejadian begitu cepat," ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banyuwangi,  I Made Oka Astawa.

​Basarnas Banyuwangi baru menerima laporan resmi dari potensi SAR setempat pada Rabu (29/4/2026) pagi pukul 06.37 WIB. Merespons laporan tersebut, satu tim rescue beranggotakan 7 personel langsung diterjunkan ke lokasi.

 

Keselamatan Tim Tetap Prioritas

Tim SAR Lakukan operasi pencarian  pemancing hilang di Jember. (​Liputan6.com/Hermawan Arifianto)

​Meski cuaca di lokasi dilaporkan berawan, I Made Oka menegaskan bahwa keselamatan tim tetap menjadi prioritas utama mengingat karakter ombak pantai selatan yang dikenal ganas.

​"Kami akan melakukan upaya pencarian secara maksimal. Penyisiran dilakukan di sekitar lokasi kejadian dengan tetap memperhatikan dinamika cuaca di lapangan," tegas Made Oka.

​Kata Oka, pihak Basarnas mengimbau masyarakat untuk ekstra waspada saat beraktivitas di wilayah pesisir. Fenomena gelombang tinggi yang sulit diprediksi menuntut kesadaran keselamatan yang lebih tinggi bagi para nelayan maupun warga yang sekadar menyalurkan hobi memancing.

​Hingga berita ini diturunkan, nasib Moh Ali Makrus masih belum diketahui, dan tim SAR terus memperluas area penyisiran di sepanjang garis pantai Watu Ulo.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya