Proses Restrukturisasi Utang Whoosh di Tangan Purbaya

Proses restrukturisasi utang proyek kereta cepat Whoosh milik PT KCIC akan berada di bawah pengelolaan Kementerian Keuangan.

oleh Gagas Yoga PratomoDiterbitkan 29 April 2026, 10:30 WIB
Kereta cepat Woosh bakal jadi sarana pendukung transportasi pada Piala Dunia U-17 2023. (dok. PSSI)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani, menyampaikan bahwa proses restrukturisasi utang proyek kereta cepat Whoosh milik PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan berada di bawah pengelolaan Kementerian Keuangan.

"Iya (di Bawah Kemenkeu), betul, betul," kata Rosan kepada wartawan di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (28/4/2026).

Rosan menjelaskan, langkah restrukturisasi utang tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia menambahkan, pengumuman resmi terkait hal ini dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.

Adapun Kepala Badan Pengaturan BUMN Dony Oskaria menyampaikan kepada wartawan di Jakarta, Selasa, bahwa penanganan persoalan keuangan proyek Whoosh harus diarahkan pada keberlanjutan operasional kereta cepat tersebut ke depan.

Ia menilai, hingga saat ini operasional Whoosh telah memberi kontribusi positif bagi perekonomian.

Karena itu, menurut dia, beban utang proyek ini tidak bisa sepenuhnya ditanggung oleh pihak operator.

"Untuk penyelesaian finansial inilah yang kami cari solusinya. Mau tidak mau tentu harus ada keterlibatan pemerintah di dalam penyelesaian ini. Karena kalau dibebankan kepada kereta api saja, tentu tidak cukup untuk menanggung beban finansialnya," kata Dony di Kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (28/4/2026).

Dony juga menekankan bahwa keterlibatan pemerintah dalam proyek tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap pengembangan transportasi umum.

 

 

Okupansi Penumpang Whoosh Naik Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi

Kereta cepat Jakarta-Bandung yang diberi nama 'Whoosh' terlihat setelah peresmiannya di stasiun Halim, Jakarta, 2 Oktober 2023. (Yasuyoshi CHIBA/AFP)

Sebelumnya, kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin (27/4/2026) malam membuat operasional kereta api dari Stasiun Bekasi menuju arah timur terganggu. Di sisi lain, okupansi penumpang kereta cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh per Selasa (28/4/2026) hari ini terpantau mengalami kenaikan.

General Manager Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Evaluasi Chairunisa, mengonfirmasi bahwa angka penumpang kereta cepat Whoosh mengalami sedikit peningkatan dibandingkan hari yang sama di pekan lalu.

"Kalau dibandingkan dengan hari Selasa minggu lalu memang kita melihat sedikit peningkatan ya," ujar dia saat ditemui di Stasiun Whoosh Halim, Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Adapun secara tren mingguan, okupansi penumpang Whoosh biasanya mulai beranjak padat menjelang akhir pekan, pada Kamis sore hingga Senin pagi. Sementara pada Selasa dan Rabu kerap landai.

"Nah, kalau kita bandingkan dengan Selasa minggu lalu, memang untuk hari ini tadi kita melihat okupansi per KA itu sekitar 65 persen. Biasanya itu hanya di sekitar 45-50 persen," terang dia.

"Satu kereta itu 601 kursi ya, jadi (okupansi) 65 persen yaitu sekitar 370 sampai 400 penumpang lah," kata Eva.

Penghentian Sementara Operasi KRL Lintas Cikarang

Kereta Whoosh Berhenti di Kopo (Tim Humas KCIC)

Seperti diketahui, PT KAI (Persero) melalui PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) atau KAI Commuter menghentikan sementara perjalanan KRL Lintas Cikarang pada Selasa (28/4/2026) hari ini. Usai terjadinya kecelakaan tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) malam.

"KAI Commuter menginformasikan bahwa pada hari ini (28/4) perjalanan Commuter Line Cikarang sementara waktu tidak dijalankan. Sampai saat ini masih dilakukan proses evakuasi akibat insiden operasional di Stasiun Bekasi Timur," tulis KAI Commuter dalam pengumuman di akun Instagram resmi miliknya.

Adapun untuk perjalanan KRL Commuter Line Lintas Cikarang, pemberangkatan awal dilakukan dari Stasiun Bekasi, baik melalui Manggarai ataupun Pasar Senen. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya," ungkap KCI.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya