Cetak Laba Bersih Pertama Dalam Sejarah, Pendapatan GOTO Tembus Rp 5,3 Triliun

GOTO mencetak sejarah dengan membukukan laba bersih kuartalan perdananya di kuartal I 2026.

oleh Septian DenyDiterbitkan 29 April 2026, 07:23 WIB
Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). GOTO mencetak sejarah dengan membukukan laba bersih kuartalan perdananya di kuartal I 2026. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencetak sejarah dengan membukukan laba bersih kuartalan perdananya di 3 bulan pertama tahun ini (kuartal I-2026)..

Dalam laporan keuangan konsolidasian non audit kuartal I 2026 yang dipublikasikan pada Selasa, 28 April 2026, GOTO membukukan laba bersih sebesar Rp171 miliar, berbalik dari posisi rugi sebesar Rp367 miliar pada kuartal yang sama tahun 2025.

Kinerja impresif ini didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang signifikan. Pendapatan bersih GOTO mencapai Rp5,3 triliun hingga Maret 2026. Angka ini tumbuh 26% secara year-on-year dari Rp4,2 triliun per Maret 2025.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan di seluruh segmen, mulai dari jasa pengiriman, imbalan jasa e-commerce, hingga iklan dan lain-lain.

Untuk diketahui, imbalan jasa e-commerce merupakan pendapatan yang diterima oleh GOTO dari Tokopedia sebagai bagian dari aksi korporasi dekonsolidasi Tokopedia di tahun 2024.

Nilai imbalan jasa e-commerce yang diterima GOTO dari Tokopedia pada kuartal I 2026 mencapai Rp288 miliar atau meningkat 33% year-on-year.

Keberhasilan mencapai laba bersih dan membalikkan rugi usaha didukung oleh pertumbuhan pendapatan sebesar 26% year-on-year jauh lebih tinggi daripada kenaikan beban dan biaya GOTO yang hanya 11% year-on-year menjadi Rp4,9 triliun.

 

Laba Usaha

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) (Foto: GoTo)

Hasilnya, GOTO sukses membukukan laba usaha sebesar Rp418 miliar di kuartal I 2026, berbalik dari rugi usaha Rp193 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, arus kas yang diperoleh dari aktivitas operasi GOTO juga melonjak pesat, meningkat 3,5 kali lipat menjadi Rp1,1 triliun hingga akhir Maret 2026, dibandingkan Rp301 miliar pada Maret 2025.

Per akhir Maret 2026, GOTO mencatatkan jumlah aset Rp46,8 triliun, liabilitas sebesar Rp18,0 triliun, dan ekuitas sebesar Rp28,8 triliun.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya