RS Polri Terima Kantong Jenazah Korban KA Bekasi, Proses Identifikasi Dikebut

RS Polri Kramat Jati mulai mengidentifikasi korban kecelakaan kereta api di Bekasi dengan melibatkan tim forensik dan membuka posko bagi keluarga korban.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 28 April 2026, 17:00 WIB
Kepala RS Polri, Prima Heru memberi keterangan pers di RS Polri terkait korban meninggal dunia kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. (Liputan6.com/Nur Habibie)

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Sakit Polri Kramat Jati mulai melakukan proses identifikasi korban kecelakaan kereta api di Bekasi. Sejak dini hari, rumah sakit telah menerima belasan kantong jenazah dari lokasi kejadian.

Kepala RS Polri, Prima Heru, mengatakan tim forensik tengah bekerja cepat untuk mempercepat proses identifikasi dan penyerahan jenazah kepada keluarga.

"Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri telah menerima sepuluh kantong jenazah, di mana kantong jenazah tersebut berisi jenazah perempuan semua ya," kata Prima kepada wartawan di RS Polri, Jakarta, Selasa (28/4).

Hingga siang hari, sejumlah keluarga korban mulai berdatangan ke rumah sakit. Kepolisian telah membuka posko antemortem untuk mengumpulkan data pendukung dari pihak keluarga.

"Dan keluarga yang sudah melaporkan ke posko antemortem sampai saat ini sebanyak tujuh keluarga," ujarnya.

Dalam proses identifikasi, tim kedokteran forensik bekerja sama dengan berbagai unsur, termasuk tim Inafis dan unit identifikasi dari kepolisian.

"Dan saat ini proses identifikasi sedang berjalan, di mana kami bekerja sama dengan Pusiden dari Polda Metro, dari Polres, maupun dari Mabes Polri untuk segera kita bisa mengidentifikasi," jelasnya.

 

Kondisi Jenazah Masih Bisa Dikenali

Para pekerja memeriksa kondisi lokomotif Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo Anggrek dan salah satu gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa 28 April 2026. (AP Photo/Tatan Syuflana)

Prima mengungkapkan, terdapat kendala teknis dalam pemeriksaan biometrik awal. Beberapa sidik jari korban belum teridentifikasi dalam sistem data kependudukan.

"Ada beberapa kendala, di mana jenazahnya pada saat kita cek di Mambis-nya tidak keluar identitasnya. Tapi ini kita lagi dalami lagi," ungkapnya.

Meski demikian, ia optimistis proses identifikasi dapat berlangsung cepat karena sebagian besar kondisi jenazah masih dapat dikenali secara visual.

"Kita secepatnya kita identifikasi. Karena kondisi jenazahnya relatif utuh," ucapnya.

Namun, ia juga menyebut terdapat beberapa jenazah dengan kondisi khusus yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

"Karena ada beberapa jenazah yang kepalanya rusak juga ada," paparnya.

RS Polri mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera datang dengan membawa data pendukung seperti identitas, foto, hingga rekam medis.

"Yang dibawa, mungkin identitas ya, mungkin perlu foto yang kelihatan giginya, ya, terus identitas yang ada sidik jarinya. Ijazah, iya," pungkasnya.

 

Reporter: Nur Habibie

Sumber: Merdeka.com

Infografis Nama-Nama Kereta Api Legendaris Indonesia.  (Liputan6.com/Abdillah)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya