Gawat, Main di Liga Champions Bisa Jegal Arsenal Juara Liga Inggris

Jamie Carragher memperingatkan Arsenal soal risiko gagal juara Liga Inggris akibat jadwal padat di Liga Champions. Faktor kelelahan jadi ancaman nyata bagi Arte

oleh Richard Andreas LuturmasDiterbitkan 28 April 2026, 16:34 WIB
Pemain Arsenal, Kai Havertz, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Sporting CP pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 di Estadio Jose Alvalade, Rabu (8/4/2026). (AP Photo/Armando Franca)

Liputan6.com, Jakarta - Arsenal saat ini masih menempati posisi terdepan dalam persaingan gelar juara Liga Inggris musim ini. Namun, menurut mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, terdapat faktor krusial yang dapat menghancurkan harapan The Gunners di pengujung musim. Jadwal pertandingan yang sangat padat disebut bakal menjadi rintangan terbesar bagi ambisi tersebut.

Pasukan Mikel Arteta baru saja memetik kemenangan krusial saat menjamu Newcastle United. Melalui gol tunggal yang dicetak Eberechi Eze, tiga poin berhasil diamankan sekaligus menjaga takhta klasemen dari kejaran para kompetitor.

Kendati demikian, tantangan yang lebih besar sudah menanti. Arsenal dijadwalkan bersua Atletico Madrid dalam laga semifinal Liga Champions di tengah pekan, sebuah partai yang dipastikan bakal menguras fokus serta energi seluruh anggota tim.

Rentang waktu antarpertandingan yang sangat sempit memicu kekhawatiran mengenai proses pemulihan pemain yang tidak maksimal. Jamie Carragher berpendapat bahwa situasi ini memberikan kerugian besar bagi Arsenal dalam menjaga konsistensi mereka.


Kerugian Jadwal Padat

Manajer Arsenal asal Spanyol, Mikel Arteta (kiri ke kanan), memberikan instruksi dari pinggir lapangan kepada gelandang Arsenal asal Inggris bernomor punggung 41, Declan Rice, gelandang Arsenal asal Brasil bernomor punggung 11, Gabriel Martinelli, dan bek Arsenal asal Spanyol bernomor punggung 36, Martin Zubimendi, selama pertandingan leg pertama babak 16 besar Liga Champions UEFA antara Bayer 04 Leverkusen vs Arsenal di Leverkusen, Jerman barat, pada 12 Maret 2026. (INA FASSBENDER/AFP)

Di akhir pekan ini, Arsenal harus bersiap menyambut Fulham dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris. Derbi London ini berlangsung di saat tim harus memecah konsentrasi antara ambisi domestik dan prestasi di kancah Eropa.

Pertandingan tersebut terjepit di antara dua laga berat di level internasional. Kondisi ini memaksa Mikel Arteta untuk menyusun strategi rotasi pemain dengan sangat cermat, mengingat kekuatan fisik para pemain pilar terancam merosot dalam waktu singkat.

"Saya merasa Arsenal sangat kurang beruntung, dan saya tahu ini dari pengalaman bermain di semifinal Liga Champions, saat Anda bermain hari Rabu lalu Selasa, itu adalah perbedaan besar," ungkap Jamie Carragher.

"Anda sebenarnya memainkan tiga pertandingan dalam enam hari, bukan tiga pertandingan dalam delapan hari, dan ini adalah perbedaan masif pada tahap musim seperti ini," tambahnya.


Ancaman Laga Domestik

Para pemain Arsenal, Declan Rice, William Saliba, Martin Odegaard, dan Martin Zubimendi merayakan gol dalam pertandingan Liga Inggris melawan Brighton & Hove Albion di Emirates Stadium, Sabtu (27/12/2025). (AP Photo/Kirsty Wigglesworth)

Laga kontra Fulham bukanlah urusan mudah bagi Arsenal. Sebagai sebuah derbi, tim lawan memiliki kapasitas teknis yang mumpuni untuk memberikan kesulitan bagi meriam London di sepanjang jalannya laga.

Beban psikologis dalam perburuan gelar juara kian memperumit keadaan bagi skuad Arteta. Mereka dituntut terus melaju demi menghindari kejaran Manchester City yang menempel ketat di klasemen. Kekeliruan sekecil apa pun di fase ini bisa berakibat fatal pada hasil akhir musim.

Lanjut Baca:

"Itulah sebabnya saya benar-benar mengkhawatirkan Arsenal tentang pertandingan menghadapi Fulham ini," jelas Carragher. "Mereka sangat kurang beruntung dengan jadwal yang ada, sebab memainkan tiga pertandingan dalam enam hari itu benar-benar tugas yang berat," lanjutnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya