PSM Makassar Belum Aman dari Ancaman Degradasi

PSM Makassar masih terancam degradasi usai kalah dari Bali United. Posisi Juku Eja belum aman dengan empat laga tersisa.

oleh Asad ArifinDiterbitkan 28 April 2026, 16:00 WIB
Selebrasi Sheriddin Boboev usai mencetak gol kedua PSM Makassar ke gawang Persik Kediri dalam laga pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Gelora BJ. Habibie, Parepare, Sulawesi Selatan, Kamis (23/4/2026). (Dok. PSM)

Liputan6.com, Jakarta - PSM Makassar masih belum bisa bernapas lega di BRI Super League 2025/2026. Kekalahan dari Bali United pada pekan ke-30 menjadi sinyal bahaya bagi Juku Eja.

Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, PSM harus mengakui keunggulan Bali United dengan skor 0-2. Hasil ini membuat posisi mereka di klasemen semakin rawan.

Saat ini, PSM berada di peringkat ke-14 klasemen sementara. Mereka hanya terpaut lima poin dari Madura United yang berada di zona degradasi.

Dengan empat laga tersisa, situasi ini jelas belum aman bagi tim asuhan Bernardo Tavares. Setiap poin menjadi sangat krusial untuk memastikan bertahan di kasta tertinggi.

Tekanan kini semakin besar karena konsistensi menjadi faktor penentu. Jika gagal bangkit, ancaman degradasi bisa menjadi kenyataan pahit bagi PSM.


Kartu Merah Ubah Jalannya Laga

Bali United berhasil memetik kemenangan 2-0 atas PSM Makassar pada laga pekan ke-30 BRI Super League musim ini di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (27/04/2026) sore WIB. (dok. Bali United)

Gelandang PSM, Rifky Dwi Septiawan, mengungkapkan bahwa pertandingan melawan Bali United tidak berjalan sesuai rencana. Ia menyoroti kartu merah sebagai titik balik dalam laga tersebut.

Menurutnya, kehilangan satu pemain sejak awal membuat strategi tim berubah total. PSM terpaksa bermain lebih bertahan untuk menutup celah di lini belakang.

"Saya rasa tim sudah bekerja keras tapi memang kartu merah terlalu cepat jadi sedikit mengubah jalannya pertandingan," kata Rifky.

"Situasi itu juga membuat kami bermain lebih defensif karena dengan sepuluh orang ini kami lebih mengandalkan serangan balik," sambungnya.


Empat Laga Penentuan Nasib Juku Eja

Suporter Persija Jakarta, Jakmania membentuk koreografi sebagai bentuk dukungan saat menyaksikan laga pekan pertama BRI Liga 1 2023/2024 antara Persija Jakarta menghadapi PSM Makassar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Senin (3/7/2023). (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

PSM kini menghadapi fase krusial dalam sisa musim ini. Empat pertandingan terakhir akan menjadi penentu nasib mereka di BRI Super League.

Rifky menegaskan bahwa timnya sudah memasang target tinggi untuk laga berikutnya. Bermain di kandang sendiri menjadi momentum penting untuk bangkit.

"Saya yakin dengan semangat yang ada, di pertandingan berikutnya melawan Bhayangkara FC di pertandingan kandang, kami yakin meraih tiga poin," tegas Rifky.

Dengan selisih poin yang tipis dari zona degradasi, PSM tidak punya banyak ruang untuk kesalahan. Mereka harus meraih hasil maksimal pada duel lawan Bhayangkara FC, Arema FC, Persib Bandung, dan Madura United.

Sumber: I.League

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya