1 Mei 1886: Sejarah Hari Buruh Internasional, Dari Tragedi Haymarket hingga Simbol Perjuangan Pekerja Dunia

1 Mei 2026 jadi momen penting bagi pekerja dunia. Apa makna Hari Buruh saat ini?

oleh Erin Rahayu PutriDiterbitkan 01 Mei 2026, 06:00 WIB
Ilustrasi Hari Buruh, May Day, 1 Mei. (Sumber: Pixabay)

Liputan6.com, Ottawa - Hari Buruh Internasional atau May Day yang diperingati setiap 1 Mei merupakan simbol perjuangan panjang kaum pekerja dalam menuntut hak dan keadilan di tempat kerja. Momentum ini tidak lepas dari peristiwa bersejarah Haymarket Affair di Chicago, Amerika Serikat, pada akhir abad ke-19.

Peristiwa tersebut bermula dari gelombang aksi buruh pada 1 Mei 1886 yang menuntut penerapan jam kerja delapan jam sehari. Saat itu, banyak pekerja dipaksa bekerja hingga 12–16 jam dalam kondisi yang tidak layak.

Aksi protes berlangsung damai hingga 4 Mei 1886, ketika demonstrasi di Haymarket Square berubah menjadi ricuh setelah sebuah bom dilempar ke arah polisi. Insiden tersebut menewaskan sejumlah aparat dan warga sipil, serta memicu tindakan represif terhadap aktivis buruh. Sejumlah pemimpin buruh kemudian ditangkap dan dijatuhi hukuman, meskipun bukti keterlibatan mereka dalam pelemparan bom masih diperdebatkan.

Peristiwa Haymarket menjadi titik balik gerakan buruh global. Pada 1889, organisasi buruh internasional menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional untuk mengenang perjuangan tersebut sekaligus melanjutkan tuntutan hak-hak pekerja.

Seiring waktu, peringatan ini berkembang menjadi simbol solidaritas pekerja di berbagai negara. Isu yang diangkat pun meluas, mulai dari upah layak, jam kerja manusiawi, hingga perlindungan sosial dan hak berserikat.

Di banyak negara, Hari Buruh diperingati dengan aksi unjuk rasa, pawai, hingga diskusi publik yang menyoroti kondisi pekerja terkini. Di Indonesia sendiri, 1 Mei ditetapkan sebagai hari libur nasional sejak 2014 dan rutin diisi dengan berbagai kegiatan buruh.

Meski sejumlah tuntutan dasar seperti jam kerja delapan jam telah diadopsi secara luas, tantangan baru terus muncul. Globalisasi, otomatisasi, serta perubahan pola kerja menjadi isu yang kini dihadapi pekerja di seluruh dunia.

Dengan demikian, Hari Buruh Internasional tidak hanya menjadi peringatan sejarah, tetapi juga refleksi atas perjuangan yang masih berlangsung untuk mewujudkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh pekerja.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya