Basarnas Pastikan Masih Bisa Komunikasi dengan Korban Terhimpit Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan masih bisa melakukan komunikasi dengan para korban yang masih terhimpit di dalam kereta.

oleh Devira PrastiwiDiterbitkan 28 April 2026, 07:23 WIB
Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan update terkini terkait proses evakuasi korban kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, pada Senin malam 27 April 2026.

"Jadi yang ada di permukaan yang terlihat, sementara masih ada tujuh korban yang akan kita evakuasi," ujar Syafii dalam konferensi pers, Jumat (28/4/2026).

Dia memastikan masih bisa melakukan komunikasi dengan para korban yang masih terhimpit di dalam kereta.

"Karena memang kondisi khususnya tapi dalam kondisi terjepit. Masih bisa. Mohon doanya mudah-mudahan timsar dengan peralatan yang ada memang dalam space yang sangat terbatas sehingga kita berupaya untuk memaksimalkan dari seluruh potensi yang memiliki kemampuan khusus," ucap Syafii.

Menurut dia, keseluruhan korban adalah perempuan karena memang gerbong yang ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek khusus untuk wanita. Syafii juga memastikan pihaknya langsung memberikan tindakan medis pada korban yang masih terhimpit.

"Yang kita lihat secara fisik semuanya perempuan. Karena ini memang gerbong dan sekarang langsung dalam penanganan medis, sehingga pada saat mereka mengalami rasa sakit yang berlebihan diberikan tindakan medis itu mengurangi rasa sakit," kata dia.

Pastikan Tak Akan Lakukan Pergeseran Gerbong

Kepala Basarnas Marsekal TNI Mohammad Syafii di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (2/12/2025). (Dok. Istimewa)

Syafii juga menegaskan, pihaknya tidak akan melakukan pergeseran gerbong karena masih ada korban hidup yang terhimpit di dalam kereta.

"Kita tidak akan pernah melakukan pergeseran gerbong, karena masih ada korban yang kita pastikan bisa kita ajak komunikasi dalam kondisi hidup," terang dia.

"Karena tidak kepingin ada pergerakan sehingga malah memperburuk kondisi korban. Karena itu kita pastikan bahwa kita akan melaksanakan ekstrikasi dengan pelaksanaan cut, kemudian unveil, kemudian juga diangkat. Dan itu yang kita lakukan secara perlahan-lahan, sampai bisa memisahkan antara badan korban dengan material yang menghimpit. Itu yang akan kita lakukan," ucap Syafii.

Meski begitu, Syafii menyebut belum bisa memastikan berapa jumlah korban keseluruhan dari kecelakaan kereta.

"Untuk total korban tentunya kita akan tuntaskan nanti bahwa antara himpitan dari lokomotif dan dua berbom ini mudah-mudahan bisa kita selesaikan sehingga kita tahu persis bahwa seluruh korban bisa kita evakuasi," tutup dia.

 

Korban Tewas Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur Bertambah jadi 7 Orang

Tim pencari dan penyelamat mencari korban kecelakaan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dengan Kereta rel Listrik (KRL) Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa 28 April 2026 dini hari. (AP Photo/Achmad Ibrahim)

Korban meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta api jarak jauh (KAJJ) dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 7 orang.

Sementara korban luka-luka berjumlah 81 orang. Lalu masih ada tiga korban yang masih terjepit. Hal itu diungkap drektur utama KAI Bobby Rasyidin dalam jumpa pers, Selasa pagi (28/4/2026).

Sementara itu Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengungkapkan, evakuasi korban yang terjepit masih berlangsung.

"Berlangsung lama karena evakuasi tidak ingin menyebabkan cidera tambahan pada korban, karena korban yang terjepit masih memberi respons, artinya masih dalam kondisi hidup," ucap Syafii.

"Tiga korban yang masih terperangkap masih proses evakuasi," katanya.

VP Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan untuk sementara waktu Stasiun Bekasi Timur tidak melayani aktivitas naik dan turun penumpang, sebagai dampak dari insiden operasional yang terjadi di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Daerah Operasi 1 Jakarta.

KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas ketidaknyamanan yang timbul akibat kejadian tersebut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya