Liputan6.com, Jakarta - Muhammad Qodari resmi menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah usai dilantik Presiden Prabowo Subianto hari ini Senin (27/4/2026). Muhammad Qodari tercatat sudah tiga kali dilantik di era Presiden Prabowo Subianto. Perjalanan kariernya di lingkar Istana terbilang cepat.
Awalnya, Qodari dipercaya menjabat sebagai Wakil Kepala Staf Kepresidenan pada 2024. Tak lama berselang, ia kembali dilantik untuk mengemban posisi sebagai Kepala Staf Kepresidenan pada 2025. Kini, Qodari kembali mendapat kepercayaan dengan dilantik sebagai Kepala Bakom Pemerintah.
Advertisement
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harta kekayaan Qodari sebesar Rp 261.937.383.652 (Rp 261,9 miliar) yang disampaikan pada 19 Januari 2025.
Dalam pengumuman resmi LHKPN, harta kekayaan Qodari terdiri dari tanah, bangunan, kendaraan, serta kas dan setara kas. Total nilai tanah dan bangunan yang dimilikinya mencapai Rp 182.792.200.000 (Rp182,7 miliar). Ia memiliki 176 bidang tanah, yang terletak di Jakarta, Depok, Sukabumi, Palangka Raya, hingga Bandar Lampung.
Dalam laporan tersebut, Qodari tercatat memiliki tiga unit mobil seperti Toyota Kijang Innova Tahun 2018 senilai Rp284 juta, Neta V-II Tahun 2024 senilai Rp299 juta, dan Wuling Air EV Long Range tahun 2022 senilai Rp200 juta. Kemudian satu unit roda dua Honda CMX500 Rebel Tahun 2020 senilai Rp150 juta. Total nilai semua unit ini sejumlah Rp933 juta.
Rincian kekayaan lainnya menunjukkan bahwa harta bergerak lainnya tercatat sebesar Rp9,864 miliar. Selain itu, kepemilikan dalam bentuk surat berharga mencapai Rp475 juta.
Untuk kas dan setara kas, nilainya cukup signifikan, yakni sebesar Rp70,72 miliar. Adapun kategori harta lainnya tercatat sebesar Rp11,1 juta. Sementara itu, jumlah kewajiban atau utang yang dimiliki tercatat sebesar Rp2,86 miliar.
Qodari Usai Ditunjuk jadi Kepala Bakom: Doa Saya Tambah Panjang, Karena Berat Sekali
Presiden Prabowo Subianto melantik Muhammad Qodari menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Istana Negara Jakarta, Senin (27/4/2026). Qodari mengatakan tugas sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI sangat lah berat.
"Ini pelantikan yang ketiga untuk saya pribadi selama pemerintahan Bapak Prabowo dan rasanya tanggung jawab ini semakin meningkat. Jadi terus terang waktu dikasih tahu itu doa saya tambah panjang, karena berat, berat sekali," kata Qodari usai pelantikan di Istana Negara Jakarta.
Menurut dia, tugas sebagai Kepala Bakom RI berat karena Presiden Prabowo memiliki program yang sangat banyak. Sehingga, Qodari harus menjelaskan kepada publik latar belakang terbentuknya program-program tersebut.
"Ini pekerjaan yang besar. Tentunya pekerjaan yang sangat besar ini harus bekerja sama dengan berbagai lembaga, dengan semua kementerian/lembaga," ujarnya.
Mantan Kepala Staf Kepresidenan itu meyakini mampu mengemban dan menjalankan tugas baru tersebut. Terlebih, Qodari mengaku memiliki kedekatan dengan semua pemangku kepentingan dan media, sehingga komunikasi untuk program pemerintah menjadi mudah.
"Jadi Insya Allah saya dengan teman-teman media ini sangat dekat dan mudah-mudahan kedekatan ini membuat proses komunikasi menjadi lebih baik dan semakin baik lagi," tutur Qodari.
Pekerjaan Besar sebagai Kepala Bakom
Di sisi lain, Qodari menyebut pekerjaan terbesar sebagai Kepala Bakom Pemerintah RI yakni, program Presiden Prabowo yang sangat banyak. Dia pun akan belajar dengan para mantan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI dan Menteri Komunikasi dan Digital.
"Kembali lagi PR terbesar itu sebetulnya ada di program Pak Prabowo yang sangat banyak, sangat masif, sangat fundamental bahkan paradigma baru. Dan karena itu memang sangat perlu sebuah kegiatan komunikasi yang amat sangat masif," jelas dia.
"Jadi hemat saya bukan dari caranya, bukan dari orangnya tetapi dari tugasnya memang yang sangat-sangat besar dan karena itu dari proses-proses yang sudah ada kita akan belajar," sambung Qodari.