Tiba di Istana Jelang Reshuffle, Qodari: Presiden Minta Saya Bantu Komunikasi Pemerintah Secara Maksimal

Ketika ditanya apakah akan menjadi Juru Bicara Presiden, Qodari mengaku tak mau mendahului Presiden Prabowo Subianto

oleh Lizsa EgehamDiterbitkan 27 April 2026, 14:21 WIB
Muhammad Qodari (Liputan6.com/Lizsa Egeham)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari tiba di Istana Kepresidenan, Senin (27/4/2026) siang, jelang Reshuffle Kabinet. Ia dikabarkan akan menjadi Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah.

"Tadi ditelfon Pak Seskab (Teddy Indra Wijaya). Bapak presiden meminta saya membantu proses komunikasi secara maksimal untuk program kerja pemerintah yang latar belakangnya adalah tujuan kita bernegara," kata Qodari.

"Pertama melindungi segenap bangsa Indonesia. kedua memajukan kesejahteraan umum dan ketiga mencerdaskan kehidupan dan menjaga ketertiban dunia. Jadi dijelaskan programnya, latar belakangnya, dan dikomunikasikan secara maksimal."

Ketika ditanya apakah akan menjadi Juru Bicara Presiden, Qodari mengaku tak mau mendahului Presiden Prabowo Subianto.

"Tapi sejauh ini yang berkomunikasi ada di Bakom. Persisnya kita tunggu pengumuman Pak Presiden. Karena itu kan prerogatif," tambahnya.

 

Respons Bahlil soal Prabowo Dikabarkan Reshuffle Kabinet Hari Ini

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab kabar Presiden Prabowo Subianto akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet Merah Putih, pada Senin (27/4/2026). Bahlil meminta semua pihak menunggu.

"Ya nanti kita lihat saja ya," kata Bahlil usai bertemu Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (27/4/2026).

Bahlil enggan mengungkapkan apakah ada pembahasan reshuffle kabinet dengan Prabowo.

Dia mengatakan ada beberapa hal yang tak bisa disampaikan kepada publik.

"Ada semuanya yang tidak perlu disampaikan ya," ujarnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya