Meuseuraya Toet Leumang, Merawat Silaturahmi dan Kebersamaan Masyarakat Aceh

oleh Helmi FithriansyahDiterbitkan 27 April 2026, 14:25 WIB
Meuseuraya Toet Leumang, Menjaga Silaturahmi dan Kebersamaan Masyarakat Aceh
15.000 batang lemang dibakar secara serentak dalam tradisi Meuseuraya Toet Leumang. Bertempat di bantaran sungai Desa Leung Asan, Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, pada Sabtu 25 April 2026, acara ini digelar untuk melestarikan warisan kuliner Nusantara. Sukses menarik perhatian banyak warga, acara masuk dalam pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Sebagai informasi, Meuseuraya Toet Leumang merupakan tradisi budaya khas Aceh Barat Daya (Abdya) yang berarti gotong royong (meuseuraya) membakar lemang (toet leumang) secara bersama-sama. Tradisi ini bukan sekadar memasak kuliner, melainkan simbol kebersamaan, silaturahmi, dan pelestarian budaya gotong royong masyarakat. Seperti diketahui, Lemang merupakan makanan tradisional khas Melayu yang terbuat dari beras ketan dan santan yang dimasukkan ke dalam ruas bambu muda berlapis daun pisang, lalu dibakar dengan bara api. Lemang biasanya disajikan sebagai hidangan istimewa pada momen perayaan hari besar keagamaan, seperti Ramadan dan Idulfitri, serta acara-acara adat.
Para peserta mengipasi api saat mereka memasak lemang, hidangan nasi ketan tradisional yang dimasukkan ke dalam tabung bambu dan diisi dengan santan yang kemudian diletakkan di atas api terbuka, selama acara memasak massal di Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, pada Sabtu 25 April 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Seorang peserta menuangkan santan ke dalam tabung bambu saat ia bersiap memasak lemang, hidangan nasi ketan tradisional yang dimasukkan ke dalam tabung bambu dan diisi dengan santan yang kemudian diletakkan di atas api, selama acara memasak massal di Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, pada Sabtu 25 April 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Seorang peserta bersiap memasak lemang, hidangan nasi ketan tradisional yang dimasukkan ke dalam tabung bambu dan diisi dengan santan yang kemudian diletakkan di atas api, selama acara memasak massal di Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, pada Sabtu 25 April 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Seorang peserta mengisi tabung bambu dengan beras ketan, yang kemudian diisi dengan santan dan diletakkan di atas api unggun untuk membuat hidangan tradisional yang dikenal sebagai lemang, selama acara memasak massal di Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, pada Sabtu 25 April 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Seorang peserta mengisi tabung bambu dengan santan saat memasak lemang, hidangan nasi ketan tradisional yang dimasukkan ke dalam tabung bambu dan diisi dengan santan yang kemudian diletakkan di atas api, selama acara memasak massal di Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, pada Sabtu 25 April 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Seorang peserta mengipasi api saat memasak lemang, hidangan nasi ketan tradisional yang dimasukkan ke dalam tabung bambu dan diisi dengan santan yang kemudian diletakkan di atas api terbuka, selama acara memasak massal di Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, pada Sabtu 25 April 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Pemandangan dari udara menunjukkan para peserta memasak lemang, hidangan nasi ketan tradisional yang dimasukkan ke dalam tabung bambu dan diisi dengan santan yang kemudian diletakkan di atas api, selama acara memasak massal di Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, pada Sabtu 25 April 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Para peserta memasak lemang, hidangan nasi ketan tradisional yang dimasukkan ke dalam tabung bambu dan diisi dengan santan yang kemudian diletakkan di atas api, selama acara memasak massal di Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, pada Sabtu 25 April 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)
Para peserta mengangkut tabung bambu yang dilapisi daun pisang yang digunakan untuk memasak lemang, hidangan nasi ketan tradisional yang dimasukkan ke dalam tabung bambu dan diisi dengan santan yang kemudian diletakkan di atas api, selama acara memasak massal di Blang Pidie, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, pada Sabtu 25 April 2026. (CHAIDEER MAHYUDDIN/AFP)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya