6 Jenis Pohon Durian yang Cepat Berbuah di Dataran Rendah untuk Hasil Melimpah

Ingin kebun durian produktif lebih cepat? Temukan jenis pohon durian yang cepat berbuah di dataran rendah dan rahasia perawatannya untuk panen melimpah.

oleh Edelweis LararenjanaDiterbitkan 27 April 2026, 10:47 WIB
Ilustrasi buah durian. (Pexels.com/Tom Fisk)

Liputan6.com, Jakarta - Menanam durian di dataran rendah kini bukan lagi sekadar hobi, melainkan peluang usaha yang sangat menjanjikan. Dengan memilih jenis pohon durian yang tepat serta menerapkan perawatan yang konsisten, petani dapat menikmati hasil panen lebih cepat dari perkiraan. Keberhasilan budidaya ini sangat ditentukan oleh kemampuan varietas dalam beradaptasi dengan iklim dataran rendah serta teknik pemeliharaan yang efektif.

Sejumlah varietas durian unggul telah terbukti mampu tumbuh optimal di dataran rendah dan memiliki karakter cepat berbuah. Oleh karena itu, pemilihan bibit berkualitas sejak awal menjadi langkah penting untuk menunjang pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Didukung dengan strategi perawatan yang tepat, fase produktif pohon durian pun dapat dicapai lebih cepat.

Artikel ini akan mengulas berbagai jenis pohon durian yang cepat berbuah di dataran rendah, lengkap dengan panduan perawatan esensial untuk membantu Anda meraih panen maksimal. Mulai dari pemilihan bibit hingga pengendalian hama, setiap aspek akan dibahas guna memaksimalkan potensi kebun durian Anda.

Jenis Durian Unggul Cepat Berbuah di Dataran Rendah

Ilustrasi Durian (Image Bank Liputan6)

Peluang budidaya durian di dataran rendah semakin terbuka lebar dengan hadirnya varietas-varietas unggul yang dikenal cepat berbuah. Pemilihan jenis durian yang tepat menjadi langkah krusial untuk memastikan keberhasilan dan keuntungan maksimal bagi para petani. Berikut adalah beberapa rekomendasi jenis pohon durian yang cepat berbuah di dataran rendah.

1. Durian Musang King

Durian Musang King dikenal sebagai varietas premium yang sangat diminati karena daging buahnya tebal, lembut, dan bercita rasa manis legit. Tanaman ini toleran terhadap iklim dataran rendah dengan suhu 30 hingga 35 derajat Celcius, sehingga ideal untuk kondisi tersebut.

Pohon Musang King yang ditopang oleh tiga akar (kaki tiga) dapat berbuah hanya dalam waktu 3-5 tahun dengan batang yang masih pendek, menunjukkan perakaran yang kuat dan produktivitas dini. Varietas ini juga beradaptasi baik di dataran rendah di bawah 100 meter di atas permukaan laut (DPL), dengan ukuran buah rata-rata 2-3 kg. Di Indonesia, Musang King terbukti tumbuh subur dan berbuah dengan performa top dari segi rasa, warna, dan biji di dataran rendah.

2. Durian Bawor

Durian Bawor merupakan varietas lokal yang banyak ditanam di dataran rendah dan dikenal tangguh serta tahan terhadap serangan hama. Buahnya memiliki daging yang lembut dan manis, serta sangat mudah dibudidayakan karena sifatnya adaptif di berbagai ketinggian, termasuk dataran rendah.

Durian Bawor dapat mulai memproduksi bunga dan berbuah pada usia 3 tahun, dan pada usia 5 tahun, satu pohon dapat menghasilkan 1 kuintal buah dengan berat rata-rata 4-5 kg per buah. Keunggulan lain Bawor adalah ketahanan terhadap penyakit dan kemampuannya berbuah di daerah yang sering terkena banjir.

 

3. Durian Ochee (Duri Hitam)

Ilustrasi buah durian. (Pexels.com/Maddog 229)

Durian Ochee (Duri Hitam) memiliki ciri tekstur daging buah yang lembut dan creamy, aroma harum, serta daging buah berwarna kuning keemasan. Rasanya manis legit agak pahit dan meleleh di lidah, bahkan disebut melebihi rasa durian Musang King.

Varietas ini dapat tumbuh baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, idealnya pada ketinggian 400 hingga 600 mdpl. Pohon Duri Hitam dikenal sangat genjah dan cepat menghasilkan buah, dengan laporan menunjukkan pohon berusia 4 tahun sudah berbuah lebat, bahkan awal berbuah pada usia 3 tahun.

4. Durian Montong

Durian Montong merupakan salah satu varietas populer yang dikenal dengan ukuran buahnya yang besar serta daging yang tebal. Rasanya manis dengan tekstur lembut, menjadikannya favorit di kalangan pecinta durian. Varietas ini cukup tahan terhadap berbagai kondisi iklim dan cocok ditanam di dataran rendah di bawah 100 mdpl.

Pohon Montong dapat berbuah lebih cepat jika menggunakan bibit hasil perbanyakan vegetatif seperti okulasi atau cangkok. Selain mudah ditemukan, durian ini juga memiliki nilai jual tinggi karena konsistensi kualitas buahnya.

5. Durian Petruk

Ilustrasi Durian/https://unsplash.com/Gliezl Bancal

Durian Petruk adalah varietas lokal yang cocok dikembangkan di dataran rendah karena daya adaptasinya yang baik. Buahnya memiliki rasa manis legit dengan sedikit pahit, serta daging yang cukup tebal dan lembut.

Bentuk buahnya cenderung oval dengan kulit relatif tipis dan berat sekitar 1–1,5 kg per buah. Tanaman ini dikenal produktif dan mampu menghasilkan buah dalam jumlah cukup banyak setiap musim. Selain itu, durian Petruk juga memiliki ketahanan yang baik terhadap serangan hama dan penyakit.

6. Durian Pelangi

Durian Pelangi merupakan varietas unik asal Indonesia, tepatnya dari Manokwari, yang terkenal dengan warna daging buahnya yang bergradasi. Perpaduan warna putih, kuning, hingga merah membuat tampilannya sangat menarik dan berbeda dari durian lainnya.

Selain tampilannya, rasa durian ini juga lezat dengan tekstur daging yang cukup tebal. Tanaman ini tergolong cepat berbuah dan berpotensi tinggi untuk dikembangkan di berbagai daerah, termasuk dataran rendah. Dengan keunikan dan kualitasnya, durian Pelangi menjadi pilihan menarik bagi petani maupun pasar premium.

Strategi Perawatan Konsisten untuk Percepatan Pembuahan Durian

Ilustrasi Durian/https://unsplash.com/Mufid Majnun

Untuk memastikan pohon durian cepat berbuah dan produktif di dataran rendah, perawatan yang konsisten dan tepat merupakan faktor penentu utama. Setiap tahapan perawatan, mulai dari pemilihan bibit hingga pengendalian hama, harus dilakukan dengan cermat untuk mendukung pertumbuhan dan hasil panen yang optimal.

1. Pemilihan Bibit Unggul adalah langkah pertama yang sangat menentukan keberhasilan budidaya durian. Gunakan bibit yang berasal dari hasil okulasi atau sambung pucuk, bukan dari biji, karena metode ini lebih cepat menghasilkan buah dan mutu tanamannya lebih terjamin. Pastikan bibit berumur minimal 6-8 bulan, memiliki batang lurus, sehat, tidak terserang hama, serta daun yang hijau segar. Bibit berkualitas akan memberikan fondasi kuat untuk pohon yang produktif.

2. Persiapan Media Tanam dan Lokasi memegang peran penting agar mendapatkan hasil terbaik. Durian umumnya tumbuh subur di tanah lempung berpasir dengan drainase baik dan unsur organik tinggi, seperti jenis tanah grumosol dan ondosol. Ukur tingkat pH tanah sebelum menanam; pH ideal adalah 6.0-7.0. Jika pH di bawah 6.0, tambahkan dolomit atau quicklime, sedangkan jika di atas 7.0, tambahkan peat moss. Bersihkan lahan dari gulma dan gemburkan tanah hingga kedalaman 30-40 cm. Untuk dataran rendah, pastikan area tanam teduh dan bibit durian yang masih kecil tidak terkena matahari secara langsung, karena pohon durian membutuhkan intensitas cahaya matahari 60-80%.

3. Pemupukan merupakan keharusan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman durian. Pemupukan utama dilakukan tiga kali setahun: setelah masa panen puncak, sebelum masa berbunga, dan saat pembesaran buah. Pemupukan pertama dilakukan setelah buah dipanen atau ketika tunas air, cabang, dan ranting dipangkas. Berikan pupuk kompos sebanyak 15-20 kg per pohon pada akhir musim hujan setiap satu tahun sekali. Gunakan pupuk NPK (15:15:15) dua kali setahun, dan untuk merangsang pembungaan, gunakan pupuk MKP, KNO, serta Boron.

4. Penyiraman dan Pengelolaan Air sangat krusial karena pohon durian membutuhkan banyak air untuk pertumbuhannya. Lakukan penyiraman rutin 2-3 hari sekali, namun hindari genangan air terlalu lama karena dapat menyebabkan pembusukan akar. Untuk bibit yang baru ditanam, penyiraman bisa dilakukan satu kali sehari, kemudian dikurangi menjadi seminggu 3 kali setelah satu bulan. Jaga kelembaban tanah dengan pengairan yang cukup, terutama pada musim kemarau, karena curah hujan optimal untuk pertumbuhan durian adalah 1.500 – 2.500 mm/tahun, dengan 7-10 bulan basah dan 2-4 bulan kering.

5. Pemangkasan bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan produktivitas yang optimal. Pemangkasan dilakukan sejak pohon durian berumur 3 bulan tanam dan berkala setiap tiga bulan berikutnya. Pemangkasan juga membantu membentuk batang utama yang lebih kuat dan tua, serta menghindari serangan jamur akibat sirkulasi udara yang tidak lancar. Saat pohon memasuki usia lima tahun, pemangkasan pada ujung batang pohon dapat mendorong pertumbuhan dahan yang menyamping, bukan meninggi, sehingga lebih efisien dalam produksi buah.

6. Pengendalian Hama dan Penyakit adalah bagian tak terpisahkan dari perawatan durian. Penyiangan dan penyemprotan hama merupakan keharusan untuk menjaga kesehatan tanaman. Penting untuk diketahui bahwa Durian Ochee agak kurang tahan terhadap kanker batang Phythopthora sp., sehingga pencegahan penyakit ini sangat penting. Perbaikan tanah dengan baja organik dapat meningkatkan imunitas pohon durian dan mencegah bakteri serta penyakit yang disebabkan oleh jamur, menjaga pohon tetap sehat dan produktif.

Pertanyaan Umum Seputar Topik

1. Jenis pohon durian apa saja yang direkomendasikan untuk dataran rendah dan cepat berbuah?

Beberapa jenis durian unggul yang direkomendasikan untuk dataran rendah dan cepat berbuah antara lain Durian Musang King, Durian Bawor, Durian Ochee (Duri Hitam), Durian Montong, Durian Petruk, dan Durian Pelangi.

2. Mengapa pemilihan bibit unggul penting untuk durian cepat berbuah?

Pemilihan bibit unggul, terutama yang berasal dari hasil okulasi atau sambung pucuk, sangat penting karena lebih cepat menghasilkan buah dan mutu tanamannya lebih terjamin dibandingkan bibit dari biji.

3. Bagaimana cara merangsang pembungaan pada pohon durian?

Untuk merangsang pembungaan pada pohon durian, dapat digunakan pupuk khusus seperti MKP, KNO, dan Boron, selain pemupukan NPK dan kompos secara rutin.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya