IHSG Berpeluang Melemah, Cermati Rekomendasi Saham Hari Ini 27 April 2026

Berikut prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rekomendasi saham pada perdagangan saham Senin, (27/4/2026).

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 27 April 2026, 07:13 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Senin, (27/4/2026).(YASUYOSHI CHIBA/AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melemah pada perdagangan saham Senin, (27/4/2026). IHSG hari ini akan menguji posiis 7.022-7.115. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG merosot 3,38% menjadi 7.129 pada perdagangan Jumat, 24 April 2026 dan masih didominasi oleh tekanan jual. Pergerakan IHSG pun sudah menutup area gap. Dalam timeframe weekly, IHSG merosot 6,61% dan disertai dengan tingginya tekanan jual.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [v] pada label hitam atau alternatifnya berada pada bagian akhir dari wave [b] dari wave B pada label merah.

“Hal tersebut berarti, IHSG rawan bergerak terkoreksi dengan area koreksi terdekat diperkirakan menguji 7.022-7.115 sekaligus menutup area gap-nya,” kata Herditya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 7.022,6.917 dan level resistance 7.313,7.484 pada awal pekan ini.

Pada pekan ini, Herditya menuturkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support di 6.917 dan resistance di 7.322. Ada sejumlah faktor yang akan mempengaruhi IHSG. Pertama, rilis hasil kebijakan moneter the Federal Reserve (the Fed) di mana secara konsensus masih akan berada di 3,75% dan juga riilis data manufaktur China. Kedua, investor masih akan mengamati perkembangan dari pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan harga komoditas minyak.

Sementara itu, dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi melemah terbatas dengan level support dan level resistance di 7.000-7.325.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), PT J Resources Asia Pacifik Tbk (PSAB), dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

Sementara itu, Herditya memilih saham PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA).

 

 

 

 

 

 

Rekomendasi Teknikal

Pejalan kaki melintas dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Jakarta, Senin (13/1/2020). IHSG menguat 0,34 persen atau 21 poin ke level 6.296 pada penutupan perdagangan Senin (13/1) sore ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) - Buy on Weakness

Saham ADMR menguat 1,90% ke 1.880 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami perkirakan, posisi ADMR saat ini berada pada bagian dari wave [b] dari wave B,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.775-1.865

Target Price: 1.970, 2.090

Stoploss: below 1.740

 

2.PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Buy on Weakness

Saham BULL terkoreksi 4,50% ke 530 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi BULL sedang berada pada bagian dari wave 4 dari wave (C) dari wave [B],” tutur Herditya.

Buy on Weakness: 482-530

Target Price: 595, 630

Stoploss: below 468

 

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

3.PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ) - Buy on Weakness

Saham DAAZ menguat 5,80% ke 2.370 dan disertai dengan munculnya volume pembelian, tetapi penguatan DAAZ belum mampu break dari MA20. Herditya menuturkan, saat ini, posisi DAAZ sedang berada pada bagian dari wave [v] dari wave C.

Buy on Weakness: 1.930-2.220

Target Price: 2.670, 2.910

Stoploss: below 1.805

 

4.PT Hartadina Abadi Tbk (HRTA) - Buy on Weakness

Saham HRTA terkoreksi 2,66% ke 2.930 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Posisi HRTA saat ini diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C dari wave (B) di label hitam,” kata dia.

Buy on Weakness: 2.720-2.880

Target Price: 3.120, 3.280

Stoploss: below 2.660

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya