Liputan6.com, Washington D.C - Insiden penembakan kembali terjadi di sekitar Donald Trump, menandai peristiwa ketiga dalam beberapa tahun terakhir yang menempatkan mantan presiden Amerika Serikat itu dalam situasi berbahaya. Rangkaian kejadian ini memunculkan kekhawatiran serius terkait keamanan tokoh politik tersebut.
Peristiwa terbaru ini mengingatkan pada insiden sebelumnya di Butler, Pennsylvania pada 13 Juli 2024, ketika seorang pemuda berusia 20 tahun, Thomas Crooks, melepaskan tembakan ke arah Trump. Suasana di Washington saat ini disebut-sebut memiliki kemiripan dengan ketegangan yang terjadi pada saat insiden di Butler.
Advertisement
Meski kembali menghadapi ancaman, Trump dilaporkan tetap menunjukkan sikap optimistis dan berada dalam suasana hati yang baik. Namun, risiko keselamatan pribadi tampaknya menjadi hal yang terus dipikirkan oleh dirinya, dikutip dari BBC, Minggu (26/4/2026)
“Saya tidak dapat membayangkan ada profesi yang lebih berbahaya,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan di ruang briefing, merujuk pada posisinya sebagai tokoh politik tingkat tinggi.
Sejumlah pihak yang dekat dengan Trump sebelumnya menilai bahwa insiden di Butler menjadi titik balik penting dalam perjalanan politiknya. Dengan terjadinya insiden terbaru ini, banyak pihak memperkirakan peristiwa tersebut juga akan menjadi momen krusial lainnya.
Insiden kali ini terjadi di hotel yang sama dengan lokasi penembakan terhadap Ronald Reagan pada tahun 1981. Kesamaan lokasi tersebut semakin menegaskan tingginya risiko keamanan yang dihadapi oleh para pemimpin Amerika Serikat.