50 Tahun Jazz Goes to Campus, Wagub Rano Karno: Perkuat Identitas Jakarta Kota Global

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menghadiri acara Jazz Goes to Campus (JGTC) bertajuk The City Series (TCS) 2026 di Teater Jakarta, TIM.

oleh Muhammad Radityo PriyasmoroDiterbitkan 26 April 2026, 11:45 WIB
Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menghadiri acara Jazz Goes to Campus (JGTC). (Tim Humas Pemprov Jakarta)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno menghadiri acara Jazz Goes to Campus (JGTC) bertajuk The City Series (TCS) 2026 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, pada Sabtu malam 24 April 2026.

Rano mengaku bangga atas penyelenggaraan acara tersebut yang memasuki usia yang ke-50.

"Saya sangat terkesan kegiatan hari ini menjadi momentum menuju peringatan 50 tahun penyelenggaraan JGTC, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap perayaan lima abad Jakarta pada 2027," ujar Rano seperti dikutip dari siaran pers, Minggu (26/4/2026).

Dia mengatakan, penyelenggaraan JGTC di Jakarta tidak hanya merayakan keindahan musik jazz, tetapi juga menjadi panggung ide, ekspresi, dan kolaborasi yang memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global berbudaya.

Menurut Rano, JGTC yang berkembang di lingkungan Universitas Indonesia (UI) turut menyemarakkan denyut pertunjukan seni di Jakarta. Ia menilai seni tidak hanya berkaitan dengan estetika, tetapi juga dapat menjadi penggerak ekonomi.

"Oleh karena itu, berbagai ruang kreatif memiliki peran signifikan dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan, sekaligus menghadirkan akses yang lebih luas bagi pelaku kreatif untuk terus berkarya dan berinovasi," kata Rano.

 

Komitmen Hidupkan Kembali Ruang Kreatif di Jakarta

Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno meresmikan Sustainable Development Goals (SDGs) Corner di Museum Bahari, Jakarta Utara, Sabtu (14/2/2026). (Antara)

Rano mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menghidupkan kembali berbagai ruang kreatif di Jakarta, salah satunya melalui revitalisasi dan aktivasi TIM sebagai pusat seni dan budaya.

Menurur dia, kawasan tersebut dinilai mampu menyediakan ruang bagi kreator untuk berkolaborasi, bereksperimen, dan menghasilkan karya yang berdampak.

"Kami ingin ruang-ruang kreatif di Jakarta dimanfaatkan secara optimal untuk membangun masyarakat yang kreatif dan berdaya. Dalam mewujudkan visi sebagai kota global berwawasan budaya, Jakarta terus berkembang dengan mengintegrasikan kekayaan budaya lokal dan inovasi," harap pria karib disapa Bang Doel ini.

Rano memastikan, Pemprov Jakarta terus mendorong ekonomi kreatif di Jakarta tidak hanya berkembang pesat, tetapi juga memiliki karakter kuat yang berpijak pada warisan budaya, khususnya budaya Betawi sebagai identitas Jakarta.

Hal ini diharapkan dapat mendorong generasi muda berani berkarya bagi perkembangan seni dan budaya di Jakarta.

"Semoga JGTC dapat terus berkembang sebagai ruang bersama yang mendorong kreativitas, menggerakkan perekonomian, memperkuat budaya lokal, serta membuka peluang kolaborasi dalam menciptakan ekosistem ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan," Rano menandasi.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya