Deretan 10 Saham Top Losers pada 20-24 April 2026

Berikut daftar 10 saham top losers atau alami koreksi signifikan pada perdagangan saham 20-24 April 2026.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 26 April 2026, 09:39 WIB
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot signifikan pada 20-24 April 2026(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot signifikan pada perdagangan saham 20-24 April 2026. Di tengah koreksi IHSG, ada 10 saham yang catat penurunan terbesar atau top losers selama sepekan.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Minggu (26/4/2026), IHSG melemah 6,61% menjadi 7.129,49. Pada pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 7.692,14 dan level terendah 7.115,97.

Pada pekan ini, investor asing masih melakukan aksi jual saham. Tercatat aksi jual saham mencapai Rp 2,95 triliun. Pada pekan lalu, investor asing melepas saham Rp 2,71 triliun.

Selama sepekan, sebagian sektor saham tertekan kecuali sektor saham transportasi dan logistic naik 4,61%.

Sementara itu, Sementara itu, sektor saham basic material melemah 3,69%, sektor saham industri merosot 3,88%, sektor saham consumer nonsiklikal turun 3,98%. Lalu sektor saham perawawan kesehatan terpangkas 3,08%, sektor saham keuangan tergelincir 3,06%. Kemudian, sektor saham teknologi susut 5,09%, sektor saham infrastruktur terpangkas 5,57% dan sektor saham transportasi dan logistik bertambah 4,61%.

Berdasarkan data BEI, pada pekan ini, saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) alami koreksi terbesar. Saham DSSA turun 37,85% menjadi Rp 2.200 per saham dari pekan lalu Rp 3.250 per saham. Selain itu, disusul saham PT Ifishdeco Tbk (IFSH) terpangkas 32,79% dari Rp 3.050 menjadi Rp 2.050 per saham. Lalu saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terperosok 30,26% menjadi Rp 4.620 per saham dari Rp 6.625 per saham.

Berikut 10 saham top losers selama sepekan berdasarkan data BEI:

1.PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)

Saham DSSA merosot 37,85% menjadi Rp 2.020 per saham dari pekan lalu Rp 3.250 per saham.

2.PT Ifishdeco Tbk (IFSH)

Saham IFSH merosot 32,79% menjadi Rp 2.020 per saham dari pekan lalu Rp 3.050 per saham.

3.PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)

Saham BREN merosot 30,26% menjadi Rp 4.620 per saham dari pekan lalu Rp 6.625 per saham.

4.PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE)

Saham RISE merosot 28,36% menjadi Rp 1.705 per saham dari pekan lalu Rp 2.380 per saham.

5.PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN)

Saham COIN merosot 19,57% menjadi Rp 1.130 per saham dari pekan lalu Rp 1.405 per saham.

 

Top Losers Lainnya

Karyawan memfoto layar pergerakan IHSG, Jakarta, Rabu (3/8/2022). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu (3/08/2022), ditutup di level 7046,63. IHSG menguat 58,47 poin atau 0,0084 persen dari penutupan perdagangan sehari sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

6.PT Multipolar Technology Tbk (MLPT)

Saham MLPT merosot 18,97% menjadi Rp 23.500 per saham dari pekan lalu Rp 29.000 per saham.

7.PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT)

Saham PSKT merosot 18,88% menjadi Rp 232 per saham dari pekan lalu Rp 286 per saham.

8.PT Gowa Makassar Tourism Development Tbk (GMTD)

Saham GMTD merosot 18,11% menjadi Rp 1.560 per saham dari pekan lalu Rp 1.905 per saham.

9.PT MD Entertainment Tbk (FILM)

Saham FILM merosot 17,95% menjadi Rp 2.240 per saham dari pekan lalu Rp 2.730 per saham.

10.PT Satria Mega Kencana Tbk (SOTS)

Saham SOTS merosot 17,93% menjadi Rp 1.030 per saham dari pekan lalu Rp 1.255 per saham.

Kinerja IHSG Sepekan

Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (14/10/2020). Pada prapembukaan perdagangan Rabu (14/10/2020), IHSG naik tipis 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.134,66. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada perdagangan saham 20-24 April 2026. Analis menilai IHSG sepekan tertekan didorong sentimen global dan domestik.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (25/4/2026), IHSG sepekan turun 6,61% menjadi 7.129,49. Pekan lalu, IHSG naik 2,35% ke 7.634. Sementara itu, kapitalisasi pasar saham terpangkas 6,59% menjadi Rp 12.736 triliun dari pekan lalu Rp 13.635 triliun.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG turun agresif 6,61% selama sepekan dan disertai dengan tekanan jual yang relatif besar. Ia mengatakan, dari sisi sentimen, ada sejumlah sentimen global dan domestik yang mempengaruhi IHSG. Pertama, terdapat beberapa rilis data, di mana suku bunga acuan China yang tetap berada di level 3% dan 3,5%. Kemudian suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI Rate juga tetap berada di 4,75%.

“Kedua, dari perkembangan konflik Timur Tengah, di mana nampaknya terjadi kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat-Iran dan Israel-Lebanon yang cenderung meredakan kekhawatiran konflik tersebut,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

 

Nilai Transaksi Harian

Karyawan melintasi layar yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat acara Penutupan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2022 di Jakarta, Jumat (30/12/2022). PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat ada 59 perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) atau pencatatan saham sepanjang 2022. Pada penutupan perdagangan akhir tahun, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup lesu 0,14% atau 9,46 poin menjadi 6.850,62. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Faktor ketiga, dari sisi harga komoditas dunia, di mana harga minyak mentah selama sepekan ini kembali bergerak naik dan menimbulkan kekhawatiran investor terhadap inflasi dan perlambatan ekonomi global ke depan.

“Faktor keempat, nilai tukar rupiah yang selama sepekan ini bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat dan sempat menyentuh area 17.300 yang menjadi kekhawatiran tersendiri akan beban APBN dan risiko fiskal ke depan,” ujar dia.

Selain itu, rata-rata nilai transaksi harian pekan ini merosot 3,67% menjadi Rp 19,61 triliun dari Rp 20,36 triliun pada pekan lalu.

Sementara itu, peningkatan terjadi pada rata-rata volume transaksi harian BEI pekan ini yakni sebesar 4,44% menjadi 44,88 miliar saham dari 42,98 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata frekuensi transaksi harian pekan ini juga naik 1,09% menjadi 2,75 juta kali transaksi dari 2,72 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Pada pekan ini, investor asing masih melakukan aksi jual saham. Selama sepekan tercatat aksi jual saham senilai Rp 2,95 triliun. Pada pekan lalu, investor asing lepas saham Rp 2,71 triliun. Sepanjang 2026, investor asing mencatatkan aksi jual Rp 42,80 triliun.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya