Sanksi UEFA: Insiden vs Vinicius Junior Bikin Pemain Benfica Diskors 6 Laga

UEFA jatuhkan sanksi enam laga kepada Gianluca Prestianni usai insiden dengan Vinicius di laga Benfica vs Real Madrid.

oleh Gia Yuda PradanaDiterbitkan 24 April 2026, 22:19 WIB
Vinicius Junior (kanan) mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni. (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus yang melibatkan pemain Real Madrid kembali menjadi perhatian setelah keputusan resmi dari UEFA diumumkan. Insiden ini terjadi dalam laga Liga Champions saat menghadapi Benfica di Lisbon.

Pertandingan tersebut diwarnai ketegangan usai gol yang dicetak oleh Vinicius Junior. Reaksi emosional muncul setelah adanya dugaan ucapan tidak pantas dari pemain lawan.

UEFA akhirnya mengambil langkah tegas dengan menjatuhkan hukuman kepada Gianluca Prestianni. Keputusan ini menutup rangkaian investigasi yang menjadi perhatian luas di dunia sepak bola.


Kronologi Insiden di Lisbon

Kylian Mbappe menilai winger Benfica, Gianluca Prestianni, tidak pantas lagi tampil di kompetisi elite Eropa tersebut setelah dugaan tindakan pelecehan rasial terhadap Vinicius. Meskipun begitu Prestianni tidak mendapat kartu kuning atau merah dari wasit. Ia terlihat menutup mulutnya dengan jersey, sehingga wasit tidak menemukan bukti verba. (AFP/Patricia De Melo Moreira)

Insiden bermula sesaat setelah gol Real Madrid tercipta di babak pertama pertandingan. Prestianni terlihat menutup mulut sambil mengucapkan sesuatu ke arah Vinicius.

Situasi itu langsung memicu reaksi keras dari Vinicius dan para pemain Real Madrid. Pemain asal Brasil tersebut kemudian melaporkan kejadian itu kepada wasit.

Wasit menghentikan pertandingan untuk menjalankan protokol anti-diskriminasi. Laga sempat tertunda sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.


Klaim Berbeda dari Kedua Pihak

Vinicius Junior mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid atas Benfica pada laga leg pertama knockout play-off Liga Champions musim ini di Estadio da Luz, Lisbon, Rabu (18/02/2026) dini hari WIB. Sayangnya dalam duel tersebut, Vincius menjadi korban tindakan rasisme yang dilakukan pendukung dan pemain Benfica, Gianluca Prestianni (kanan). (AFP/PATRICIA DE MELO MOREIRA)

Vinicius menyatakan dirinya menjadi korban pelecehan rasial usai pertandingan. Pernyataan tersebut mendapat dukungan luas, termasuk dari Kylian Mbappe.

Di sisi lain, Prestianni membantah melakukan tindakan rasial. Ia mengakui adanya ucapan penghinaan, tetapi dalam bentuk yang bersifat homofobik.

Perbedaan klaim ini menjadi dasar investigasi UEFA. Federasi kemudian menilai bukti yang tersedia sebelum menjatuhkan keputusan disipliner.


Sanksi UEFA dan Dampaknya

Zhou Tong (Auckland City) berusaha menghentikan Gianluca Prestianni (Benfica) dalam laga Club World Cup Grup C antara Benfica dan Auckland City di Orlando, Florida, 20 Juni 2025. (AP Photo/Phelan Ebenhack)

UEFA menjatuhkan larangan bermain sebanyak enam pertandingan kepada Prestianni. Hukuman tersebut berlaku untuk kompetisi klub maupun tim nasional di bawah naungan UEFA.

Sebagian dari hukuman itu bersifat bersyarat dengan masa percobaan selama dua tahun. Selain itu, satu pertandingan yang telah dijalani sebelumnya juga dihitung dalam total sanksi.

UEFA juga meminta FIFA untuk memperluas sanksi ini ke level global. Jika disetujui, Prestianni berpotensi absen dari ajang Piala Dunia mendatang.

Keputusan ini menegaskan komitmen otoritas sepak bola dalam memerangi segala bentuk diskriminasi. Kasus yang melibatkan Real Madrid ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga sikap di dalam lapangan.

Sumber: Madrid Universal

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya