Pemprov Minta Hak Kelola Blok Gas Raksasa di Kaltim

Pemprov Kaltim minta hak kelola migas Blok Ganal lewat skema participating interest, meski lokasi di luar kewenangan daerah.

oleh Arthur GideonDiterbitkan 24 April 2026, 16:35 WIB
Ilustrasi tambang migas (iStockPhoto)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) meminta bagian hak pengelolaan melalui skema participating interest atas temuan cadangan minyak dan gas (migas) raksasa di lepas pantai Blok Ganal.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan pihaknya akan mengajukan permohonan tersebut karena sebagian besar infrastruktur pendukung berada di wilayah Kaltim.

"Kami akan meminta alokasi pengelolaan ini karena seluruh infrastruktur penunjang berada di wilayah Kaltim," ujar Bambang di Samarinda, Jumat.

Temuan migas di Sumur Geliga dan Sumur Gula diketahui memiliki potensi besar, yakni lebih dari tujuh triliun kaki kubik (TCF) gas serta sekitar 375 juta barel minyak.

Meski lokasi temuan berada di luar 12 mil laut—yang secara regulasi tidak termasuk kewenangan daerah—Pemprov Kaltim tetap berupaya memperjuangkan keterlibatan perusahaan daerah dalam pengelolaannya.

"Dasar permohonan ini adalah keberadaan infrastruktur pendukung migas yang secara geografis berada di Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim," jelasnya.

Pemerintah daerah disebut telah mendapatkan sinyal positif terkait peluang pengelolaan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor energi.

Adapun temuan cadangan migas ini merupakan hasil eksplorasi perusahaan energi asal Italia, ENI, yang mengoperasikan Wilayah Kerja Ganal dengan porsi kepemilikan sebesar 82 persen.

Dengan potensi cadangan yang sangat besar, Blok Ganal diproyeksikan menjadi salah satu proyek strategis nasional di sektor energi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi Kalimantan Timur

Raksasa Migas Italia Temukan Potensi Gas Raksasa di Kaltim, Mulai Produksi 2028

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers Temukan Potensi Gas Raksasa di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). ( Liputan6.com/Maul)

Perusahaan migas raksasa asal Italia, Eni, mengumumkan penemuan cadangan gas jumbo lewat hasil eksplorasi sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur (Kaltim). Temuan ini mengungkap adanya potensi sumber daya gas sekitar 5 triliun kaki kubik (TCF) serta 300 juta barel kondensat.

Temuan cadangan gas raksasa ini berada di Wilayah Kerja (WK) Ganal, yang dioperasikan Eni dengan porsi kepemilikan 82 persen, sementara 18 persen sisanya dimiliki Sinopec.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menargetkan, sumur tersebut bisa memulai produksi pada 2028.

Bahlil memproyeksikan, pada 2028, produksi puncak yang bisa dicapai oleh Eni adalah sebesar 2.000 MMSCFD. Jauh melesat apabila dibandingkan dengan produksinya sekarang sekitar 600 hingga 700 MMSCFD.

"Sekarang produksinya kurang lebih sekitar 600 sampai 700. Nanti di 2028 kita akan berkembang di sekitar kurang lebih 2.000 MMSCFD. Di 2030 itu akan kita kembangkan menjadi 3.000 MMSCFD. Jadi ini sesuatu yang luar biasa sekali. Ini giant," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Ia optimistis, seiring dengan meningkatnya produksi Eni, sejalan dengan strategi pemerintah untuk mampu memenuhi kebutuhan gas dari dalam negeri, peningkatan produksi kondensat juga akan mengurangi impor minyak.

"Dengan demikian, selain daripada gas, kita juga menemukan nanti di 2028 itu kita sudah mulai produksi kondensat itu kurang lebih sekitar 90.000 barel, dan di 2029-2030 itu bisa nambah lagi menjadi 150.000 barel," ungkap Bahlil.

Tentang Sumur Geliga

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam konferensi pers Temukan Potensi Gas Raksasa di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026). ( Liputan6.com/Maul)

Sumur Geliga dibor hingga kedalaman sekitar 5.100 meter pada kedalaman air sekitar 2.000 meter. Penemuan ini memperpanjang catatan keberhasilan eksplorasi Eni di Cekungan Kutai, setelah sebelumnya menemukan cadangan besar di Geng North pada 2023 dan penemuan sumur Konta-1 pada 2025.

Penemuan Geliga ini terjadi setelah keputusan investasi akhir atau Final Investment Decision (FID) untuk sejumlah proyek gas, yakni Gendalo dan Gandang (South Hub), serta Geng North dan Gehem (North Hub).

Untuk pengembangannya, proyek North Hub akan menggunakan fasilitas terapung (Floating Production Storage and Offloading/FPSO) baru. Kapasitasnya mencapai 1 miliar kaki kubik gas per hari (bscfd) dan 90.000 barel kondensat per hari (bpd). Selain itu, proyek ini juga akan memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, termasuk Kilang LNG Bontang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya