Tiket Final Piala Dunia 2026 Nyaris Tembus Rp40 Miliar di Resale FIFA, Tuai Kritik

Harga tiket pertandingan final Piala Dunia 2026 nyaris tembus Rp40 Miliar di Resale FIFA, memicu kemarahan global dan kritik tajam.

oleh ThomasDiterbitkan 25 April 2026, 16:00 WIB
Presiden FIFA, Gianni Infantino, berbicara di KTT Semafor World Economy 2026 pada 15 April 2026 di Washington, DC. KTT ini mempertemukan para pemimpin bisnis dan CEO teknologi untuk membahas ekonomi, kecerdasan buatan, dan tren bisnis. (Alex Wong/Getty Images via AFP)

Liputan6.com, Jakarta - Fenomena harga tiket final Piala Dunia 2026 telah mencuri perhatian publik global, memicu gelombang kekecewaan dan kritik tajam terhadap FIFA. Empat tiket untuk pertandingan puncak di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, pada 19 Juli 2026, dilaporkan nyaris menembus angka Rp40 miliar di platform penjualan kembali resmi FIFA. Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai aksesibilitas dan keadilan dalam distribusi tiket acara olahraga terbesar di dunia.

Kenaikan harga yang fantastis ini, jauh melampaui ekspektasi awal, telah membuat banyak penggemar sepak bola geram. Organisasi suporter Eropa, Football Supporters Europe (FSE), bahkan menuduh FIFA melakukan "pengkhianatan besar" terhadap tradisi Piala Dunia. Mereka berpendapat bahwa FIFA gagal melindungi penggemar sejati dari praktik spekulasi yang merugikan.

Insiden ini menyoroti kompleksitas pasar tiket modern, di mana permintaan yang tinggi dan kebijakan penjualan kembali dapat menciptakan disparitas harga yang ekstrem. Meskipun FIFA menyatakan bahwa model penjualan kembali mereka mencerminkan praktik standar, kritik terus berdatangan karena dampaknya terhadap pengalaman penggemar.


Lonjakan Harga Tiket Final yang Mencengangkan

Foto ilustrasi ini menunjukkan jam hitung mundur di situs web FIFA bagi para penggemar sepak bola yang ingin mendaftar tiket Piala Dunia FIFA 2026 di Mexico City pada 10 September 2025. Pendaftaran kini telah dibuka untuk berpartisipasi dalam undian tiket Piala Dunia FIFA 2026, yang akan diselenggarakan di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada, dengan pertandingan pembukaan berlangsung di Stadion Azteca di Mexico City pada 11 Juni 2026. (CARL DE SOUZA/AFP)

Harga satu tiket final Piala Dunia 2026 di pasar penjualan kembali FIFA telah mencapai angka yang sulit dipercaya, nyaris menyentuh Rp40 miliar. Laporan media menyebutkan bahwa empat tiket di situs penjualan kembali FIFA terdaftar dengan harga sekitar $2,299,998.85 per kursi. Jika dikonversi ke Rupiah dengan asumsi kurs sekitar Rp16.300 per USD, harga tersebut mendekati Rp37,5 miliar per tiket, menguatkan klaim "nyaris Rp40 miliar".

Kursi-kursi termahal ini berlokasi strategis di belakang gawang, tepatnya di dek bawah, blok 124, baris 45, kursi 33-36. Pertandingan final yang akan digelar pada 19 Juli 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, New Jersey, menjadi saksi bisu dari fenomena harga tiket yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kenaikan harga ini jauh melampaui harga tiket resmi yang ditawarkan FIFA secara langsung.

Sebagai perbandingan, FIFA sebelumnya telah menjual blok tiket baru secara langsung dengan harga $10.990 untuk final. Harga tiket resmi awal untuk final berkisar antara $2.030 hingga $6.730, tergantung kategori tempat duduk. Angka ini sangat kontras dengan rencana awal dalam 'World Cup bid book' yang mematok harga maksimal $1.550 untuk tiket final, serta jauh lebih tinggi dari tiket termahal final Piala Dunia 2022 di Qatar yang sekitar $1.604.

Lanjut Baca:

FIFA menegaskan bahwa mereka tidak mengontrol harga yang diminta di Resale/Exchange Marketplace miliknya. Namun, FIFA mengambil biaya pembelian sebesar 15% dari pembeli setiap tiket dan biaya penjualan kembali sebesar 15% dari penjual. Kebijakan ini, menurut FIFA, mencerminkan praktik pasar tiket standar untuk acara olahraga dan hiburan besar di negara-negara tuan rumah. Meskipun demikian, kebijakan ini menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk organisasi suporter Eropa, Football Supporters Europe (FSE). FSE menuduh FIFA telah melakukan "pengkhianatan besar" dan mengabaikan kontribusi suporter sejati. Mereka berpendapat bahwa FIFA gagal melindungi penggemar dari praktik spekulan yang memanfaatkan platform resmi. Gelombang kemarahan dari para penggemar sepak bola meledak setelah daftar harga tiket Piala Dunia 2026 beredar, memicu tudingan bahwa FIFA telah mengkhianati identitas turnamen yang seharusnya inklusif bagi semua kalangan. Hal ini semakin diperparah dengan janji awal dalam proposal tuan rumah Piala Dunia 2026 yang jauh berbeda dengan harga tiket termurah yang kini tersedia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya