Usut Kasus Pekerja Rumah Tangga Lompat dari Lantai 4 di Benhil, Begini Langkah Polisi

Pekerja Rumah Tangga berinisial D tewas setelah melompat dari lantai 4 sebuah kos di kawasan Benhil, Jakarta Pusat.

oleh Ady AnugrahadiDiterbitkan 24 April 2026, 12:33 WIB
Ilustrasi bunuh diri Foto oleh Guilman dari Pexels

Liputan6.com, Jakarta - Pekerja Rumah Tangga (PRT) berinisial D tewas setelah melompat dari lantai 4 sebuah rumah kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil), Jakarta Pusat. Sejumlah saksi telah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian, termasuk agen penyalurnya.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung menjelaskan bahwa proses pemeriksaan saksi masih berlangsung untuk memastikan penyebab korban diduga melompat.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Saat ini anggota kami masih bekerja mendalami seluruh rangkaian kejadian,” kata Reynold kepada wartawan, Jumat (24/4/2026).

Ia mengungkapkan, korban bersama rekannya diduga melompat dari rumah kos di kawasan Bendungan Hilir pada Rabu, 22 April, sekitar pukul 23.00 WIB. Polisi kemudian langsung melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), termasuk mendatangi rumah sakit tempat korban dirawat.

Korban sempat dilarikan ke RSAL Dr. Mintoharjo. Namun, tim medis menyatakan korban meninggal dunia.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, korban diketahui bekerja sebagai PRT dan tinggal di lokasi tersebut. Polisi kini mendalami latar belakang korban untuk mengungkap lebih jauh penyebab kejadian.

"Kami juga akan memanggil agen PRT untuk didalami keterangannya. Langkah ini penting agar penyidik mendapatkan informasi yang lengkap dan utuh, sehingga penanganan perkara dapat dilakukan secara profesional, cermat, dan berimbang," ujarnya.

 

Dampingi Saksi yang Selamat

Ilustrasi bunuh diri (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Selain itu, polisi juga masih memeriksa saksi yang selamat dalam peristiwa tersebut. Reynold menegaskan bahwa penanganan kasus ini dilakukan dengan mengedepankan aspek kemanusiaan.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap fakta didalami secara objektif. Di sisi lain, kami juga menaruh perhatian pada kondisi saksi yang selamat, termasuk aspek pemulihan dan pendampingannya," Reynold menandaskan

Sebelumnya, dua Pekerja Rumah Tangga melompat dari lantai 4 kamar kos di kawasan Benhil, Jakarta Pusat. Satu orang inisial R dilaporkan tewas, sedangkan satu lagi inisial D alami patah tangan.

Kasat Reskrim AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, dugaan awal keduanya kabur karena tak betah di tempat majikan.

"Masih didalami, informasi sementara, orang itu katanya enggak betah," kata Roby kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).

Dia mengatakan, korban kemudian melompat bersama dari lantai empat. Aksi itu berujung fatal.

“Jadi berdua loncat dari lantai 4. Satu meninggal, satu patah tangan,” ujarnya.

.

Diduga Majikan Galak

Ilustrasi penganiayaan.

Dari informasi yang diterima penyidik juga, korban tidak betah karena majikan galak. Namun Robi tak mau gegabah menyimpulkan maksud dari galak.

Menurut dia, keterangan itu harus didalami lagi.

“Sadis itu enggak tahu ya gimana kata-katanya ya. Enggak ngomong suka disiksa, tapi galak. Iya, galak, galak. Begitulah, sadis lah, galak. Nah itu kan bisa saja dengan omongan, bisa saja dengan tindakan. Kita juga belum tahu karena belum selesai pemeriksaan," tandas dia.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya