Liputan6.com, Madinah - Sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia telah tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz, Madinah. Data ini tercatat pada Kamis 23 april 2026 waktu setempat, di mana melalui skema layanan Makkah Route.
Tercatat sudah ada 6.737 jemaah telah mendarat. Setiap kloter membawa sekitar 350 hingga lebih dari 440 orang.
Advertisement
Penerbangan datang bertahap dari berbagai embarkasi, di antaranya Jakarta-Bekasi, Solo, Makassar, Surabaya, Lombok, Kertajati, Palembang, Batam, Yogyakarta, serta Makassar.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bandara Madinah mengawal proses kedatangan jemaah sejak turun dari pesawat hingga menuju bus yang mengantar ke hotel. Seluruh alur dijaga tetap tertib sesuai pengelompokan rombongan untuk menghindari penumpukan di area bandara.
Pemerintah menegaskan, seluruh jemaah yang tiba merupakan bagian dari layanan Makkah Route yang mempercepat proses kedatangan.
Melalui skema ini, jemaah tidak perlu lagi menjalani pemeriksaan imigrasi setibanya di Arab Saudi karena seluruh prosedur telah diselesaikan di bandara keberangkatan di Indonesia.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan layanan tersebut berdampak signifikan terhadap kenyamanan jemaah.
"Kami mengapresiasi tinggi implementasi layanan Makkah Route yang semakin memudahkan jemaah haji Indonesia," kata dia dalam keterangannya dikutip Jumat (24/4/2026).
Sistem Integrasi
"Proses yang terintegrasi sejak dari Tanah Air ini tidak hanya mempercepat layanan, tapi juga memberi kenyamanan dan kepastian bagi jemaah setibanya di Tanah Suci," sambungnya.
Irfan menuturan, sistem terintegrasi ini menjadi bagian dari transformasi penyelenggaraan haji Indonesia.
"Kami ingin memastikan setiap jemaah mendapatkan pengalaman ibadah yang lebih baik, lebih tertib, dan lebih manusiawi," ujarnya.
"Dengan sistem yang terintegrasi seperti ini, jemaah tidak lagi dibebani proses berulang setibanya di Arab Saudi, sehingga mereka bisa lebih fokus menjalankan ibadah," ia menambahkan.
Layanan Makkah Route mencakup proses biometrik, penerbitan visa elektronik, pemeriksaan kesehatan, serta keimigrasian yang dilakukan sejak di Tanah Air. Selain itu, penanganan bagasi juga terintegrasi langsung ke akomodasi jemaah di Arab Saudi.